Paling Menguntungkan, Twitter Incar Pasar Bisnis di Indonesia

Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA-Indonesia termasuk salah satu negara pengguna media sosial terbesar di dunia. Tercatat, pengguna Twitter di Indonesia mencapai 50 juta orang sehingga menjadikan Indonesia pasar paling menguntungkan.

Potensialnya pasar bisnis di Indonesia membuat sejumlah bos-bos jejaring sosial secara khusus menyambangi Indonesia. Seperti pernah dilakukan Mark Zuckerberg dan CEO Path David Morin.

Kini giliran bos Twitter Dick Costolo berkunjung ke Indonesia. Dia langsung menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tujuannya apa lagi kalau bukan membahas peluang bisnis di Tanah Air.

“Kami mendiskusikan Indonesia secara umum memiliki pengguna daring yang sangat besar dan memiliki pengaruh bagi pertumbuhan dunia daring, sekaligus sebagai platform komunikasi untuk kerja sama antara Pemerintah dan Twitter,” kata Costolo di Istana Wakil Presiden di Jakarta Kamis (26/3).

Baca :  Jusuf Kalla, Berhentilah Omong Rasis

Pengguna Twitter di Indonesia mencapai 50 juta orang. Pertumbuhannya tercatat sebagai yang terbesar di dunia. Dia tak segan menyebut Indonesia sebagai pasar paling menguntungkan dan menjanjikan dari sisi bisnis.

“Indonesia menjadi salah satu pasar paling menguntungkan, selain itu Twitter juga menguntungkan mereka karena menghubungkan satu sama lain, membicarakan apa yang terjadi saat ini,” katanya.

Bos Twitter ini berkeinginan menancapkan kuku lebih dalam di Indonesia. Pelbagai peluang kerja sama ditawarkan. Termasuk peluang membuka perwakilan di Indonesia.

“Itu menjadi salah satu alasan dibukanya kantor kami di Indonesia, kami ingin meyakinkan warga Indonesia untuk menggunakan produk kami dan mengetahui bagaimana perilaku mereka menggunakan produk kami di Indonesia,” jelasnya.

Baca :  Kemenperin Ingin Hidupkan Kembali Peran Koperasi Industri Kreatif

Wapres Jusuf Kalla menuturkan pertemuan dengan Costolo membahas pelbagai peluang kerja sama sektor industri kreatif. Sektor ini tengah berkembang seiring dengan makin banyaknya ide-ide kreatif anak muda Indonesia.

“Kami bicara tentang bagaimana pengembangannya secara bisnis di Indonesia. Tentu banyak di sini anak muda yang mengembangkan industri kreatif dan menggunakan Twitter untuk hal-hal positif,” kata Wapres.

Meski bicara peluang bisnis, tidak ada perjanjian kerja sama tertulis.

“Ini bisnis saja, tapi dengan bisnis itu berarti membuka kesempatan yang lain untuk lebih kreatif juga,” kata Wapres.

Seperti diketahui, Dick Costolo berhasil membawa Twitter membawa melewati “badai” setelah go public. Meski sempat dicibir, Dick berhasil membawa Twitter meraih pertumbuhan pendapatan hingga 74% (dengan nominal 479 juta dollar AS) pada kuartal empat 2014.

Baca :  Pangsa Pasar Besar, Indonesia Harus Rebut Kue Ekonomi Digital