R&I Sematkan BBB- ke Peringkat Utang Indonesia

ilustrasi utang luar negeri Indonesia

JAKARTA-Rating and Investment Information, Inc. (R&I) memberikan peringkat BBB- dengan outlook stabil terhadap sovereign credit rating (peringkat utang) Indonesia.

Faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi bagi sovereign credit rating Indonesia adalah komitmen pemerintah untuk melaksanakan reformasi struktural dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo mengatakan peringkat utang ini menegaskan kembali pengakuan dunia internasional terhadap komitmen Indonesia dalam mendorong kapasitas ekonomi menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berimbang melalui sejumlah reformasi struktural dengan tetap mempertahankan stabilitas makroekonomi.

“Kami akan melanjutkan komitmen terhadap penguatan stabilitas ekonomi secara menyeluruh dan percepatan penyesuaian perekonomian Indonesia ke tingkat yang lebih sehat,” jelasnya.

Baca :  BI: Ekonomi Indonesia Baik

Lebih rinci lagi analis R&I menyatakan kapasitas fiskal yang meningkat seiring reformasi subsidi BBM yang diimbangi dengan komitmen kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas makroekonomi.

Selain itu, penurunan concern terhadap likuiditas valas seiring peningkatan cadangan devisa dan kinerja neraca pembayaran.

R&I menilai tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi domestik mulai mereda seiring dengan menguatnya arah kebijakan Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta menurunnya tekanan inflasi.

R&I juga memandang upaya mempersingkat perijinan investasi melalui pembentukan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta pelaksanaan realokasi subsidi BBM untuk proyek infrastruktur dapat meningkatkan daya saing Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih tinggi.

Namun demikian, R&I menekankan bahwa upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi perlu disertai dengan pembangunan infrastruktur untuk menghindari tekanan pada neraca pembayaran dan inflasi.

Baca :  Pemerintahan Jokowi Tidak Diberi Utang Sepeserpun

Lebih lanjut, R&I juga memandang perlunya upaya untuk memperbaiki keseimbangan fiskal khususnya melalui peningkatan penerimaan pajak.

Sebelumnya telah mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB-/stable outlook pada 14 Oktober 2013.