Intan Fauzi Usul Anggaran Pemeliharaan Situ Ditingkatkan

Anggota Komisi V DPR RI F PAN, Intan Fitriana Fauzi, SH, LLM

BEKASI-Anggota Komisi V DPR RI, Intan Fitriana Fauzi meminta pemerintah agar mengalokasikan anggaran yang memadai bagi pemeliharaan situ yang tersebar di wilayah Kota Bekasi dan Kota Depok. Saat ini, anggaran pemeliharaan situ masih kecil. Padahal keberadaan situ sangat penting sebagai buffer zone (penyangga_red) bagi kawasan agar terhindar dari banjir dan bencana alam lainnya.

Menurut Intan, menjaga lingkungan hidup dengan teratur dan konsisten menimbulkan efek positif yang dapat merubah prilaku manusia. Salah satunya dengan membiasakan diri untuk memelihara kebersihan di lingkungan sekitar, termasuk menjaga serta situ yang ada.

“Saya melihat, kondisi Situ Rawa Bebek ini memprihatinkan. Airnya berwarna hijau pekat. Ini artinya, kualitas air di Situ Rawa Bebek ini sangat butuk sekali. Kalau ini (Situ-Situ_red) tidak dipelihara dengan dukungan anggaran yang memadai maka situ-situ yang ada bisa hilang,” ujar Intan usai mengikuti kegiatan bersih sampah dan sedimentasi yang berada di Situ Rawa Bebek dan aliran sungai di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu pagi (22/7).

Baca :  Intan Fauzi: Vaksin Covid-19 Harus Memiliki Efikasi Tinggi

Kegiatan ini diprakarsai Kodam Jaya / Jayakarta yang dibantu Aparatur Kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kebersihan, Perum Jasa Tirta II, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

“Saya memberikan apreasi terhadap kegiatan Kodim 0507 / Bekasi membersihkan Situ Rawa Bebek ini. Harapannya, masyarakat akan tergugah ikut menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Intan yang juga anggota F PAN DPR RI ini.

Intan berharap eksistensi dan fungsi situ terus dilestarikan. Apalagi, potensi bencana alam di Kota Bekasi dan Kota Depok masih terjadi. Namun sayangnya ujar Intan, jumlah situ yang ada di Kota Bekasi dan Kota Depok terus menyusut.

Saat ini jumlah situ yang bisa dijadikan sebagai Ruang Terbuka Hujau (RTH) berkurang drastis menjadi hanya 23 situ di Depok. Sedangkan di Kota Bekasi tersisa hanya 4 situ. Bahkan ada beberapa situ yang lenyap yang diperkirakan telah berganti menjadi perumahan atau pemukiman warga.

Baca :  Intan Fauzi Ajak Warga Bekasi Tingkatkan Mitigasi Persebaran Covid-19

“Tadinya situ di Depok ada 34, sekarang tinggal 23. Dan di Kota Bekasi tinggal 4 situ saja. Namun kondisi 2 situ di Bekasi rusak parah. Padahal, luasan situ, bentang air, bisa menyumbang ruang terbuka hijau,” ujarnya.

Karenanya tegas Intan pengelolan situ harus menjadi prioritas pemerintah. Pengelolaan situ, khususnya pada sepadan atau daerah sekitarnya, merupakan bagian dari aspek kota yang hijau dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Intan menilai pemerintah kurang tegas menjalankan amanat undang-undang dan peraturan mengenai lingkungan. Apalagi, sepadan Situ sudah mulai dipadati permukiman kumuh, liar, dan tak berizin.

“Secara umum kondisi situ yang ada di Kota Bekasi memprihatinkan. Sempadannya terokupasi oleh pemukim ilegal, airnya sebagian besar tercemar,” terangnya.

Baca :  Topang Daya Beli, Pemerintah Harus Ciptakan Proyek Padat Karya

Sementara itu, Dandim 0507 / Bekasi, Letkol Arm Abdi Wirawan mengatakan, aksi bersih Situ Rawa Bebek ini merupakan program dari Kodam Jaya sebagai wujud pelestarian lingkungan serta mengajak masyarakat sekitar untuk mencintai lingkungannya sendiri.

Karenanya, dia berharap situ dan aliran sungai yang sudah dibersihkan ini ke depannya dapat diperhatikan dan dijaga masyarakat dan Pemerintah Daerah. “Menjaga kebersihan itu adalah tanggung jawab bersama. Bila saling bersinergi, antara masyarakat, Pemerintah Daerah serta aparatur negara lainnya dalam menjaga lingkungan, dipastikan dapat tercipta suasana lingkungan yang nyaman,” imbuhnya.

“Ya pasti akan kita kembangkan lagi, mungkin karena ini situ akan kita kembalikan lagi ke fungsinya selain resapan bisa juga jadi tempat wisata air. Kalau kotor mana mau ada yang datang,” pungkasnya.