Pendapatan Bunga Bersih DBS Group Naik 13%

ilustrasi

JAKARTA-DBS Group berhasil membukukan pendapatan bunga bersih sebesar SGD 4,35 miliar pada semester I-2018 atau naik 17% dibanding periode sebelumnya. Kenaikan ini karena volume pinjaman dan margin bunga bersih yang lebih tinggi.

CEO DBS, Piyush Gupta mengatakan pinjaman meningkat 12% atau SGD 35 miliar menjadi SGD 338 miliar dari pertumbuhan pinjaman perdagangan, korporasi dan nasabah, termasuk SGD 9 miliar dari konsolidasi bisnis ritel dan wealth management ANZ.

“Margin bunga bersih meningkat sepuluh basis poin menjadi 1,84% sejalan dengan suku bunga yang lebih tinggi,” jelasnya.

Dia mengatakan pendapatan jasa bersih meningkat 11% menjadi SGD 1,45 miliar. Biaya wealth management tumbuh sebesar 27% ke tingkat tertinggi baru sebesar SGD 631 juta seiring dengan peningkatan produk investasi dan penjualan bancassurance.

Baca :  Laba Bersih BUKK Turun Jadi Rp423,6 Miliar

Pendapatan tarif kartu naik 29% menjadi SGD 327 juta dari aktivitas kartu kredit dan debit yang lebih tinggi serta konsolidasi ANZ.

“Peningkatan 12% dalam biaya manajemen kas diimbangi oleh penurunan pembiayaan perdagangan, mengakibatkan biaya transaksi perbankan yang tersisa hampir tak berubah pada SGD 316 juta,” terangnya.

Menurutnya, pendapatan non-bunga lainnya turun 4% menjadi SGD 761 juta karena keuntungan yang lebih rendah pada sekuritas investasi sebagian diimbangi oleh keuntungan pelepasan properti. Pendapatan perdagangan naik 5% menjadi SGD 595 juta, dengan peningkatan pada kuartal pertama sebagian diimbangi oleh kinerja yang lemah di kuartal kedua.

Berdasarkan unit bisnis tuturnya, pendapatan Consumer Banking / Wealth Management (CBG/WM) naik 20% menjadi SGD 2,76 miliar dari pertumbuhan di semua segmen produk. Pendapatan Institutional Banking (IBG) tumbuh 6% menjadi SGD 2,78 miliar, disebabkan oleh pendapatan manajemen kas. Penghasilan terkait perdagangan untuk Treasury Markets (TM) turun 20% menjadi SGD 356 juta.
Biaya meningkat 12% menjadi SGD 2,82 miliar; tidak termasuk ANZ, biaya 6% lebih tinggi.

Baca :  Sejak Saham Dicatat di BEI, Kinerja FITT Terus Mengalami Kerugian

“Rasio biaya-pendapatan tidak berubah pada 43%. Laba sebelum tunjangan tumbuh 14% menjadi SGD 3,75 miliar,” pungkasnya.