HUT ke 20, Forhati Dorong Kualitas Perempuan

JAKARTA-Forum Alumni HMI Wati (Forhati) pada 12 Desember 2018 ini genap berusia 20 tahun. Sebagai organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang terus berjuang pada pencapaian kualitas kaum perempuan, dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Selama 20 tahun ini Forhati, sebagai organisasi perempuan muslim Indonesia yang mampu memelihara dan mengembangkan intelektualitas dengan prinsip ilmu amaliah, amal ilmiah; kreatif dan inovatif, dan mampu mengabdi kepada bangsa dan negara di seluruh aspek kehidupan masyarakat,” kata Koordinator Presidium Majelis Nasional Forhati, Hanifah Husein, Selasa (11/12/2018).

Forhati juga mengembangkan kepedulian dan mengambil peran strategis, berpartisipasi aktif dan kritis dalam seluruh aksi pembangunan nasional. “Khususnya dalam mewujudkan lingkungan sehat, lingkungan cerdas, dan lingkungan mampu secara ekonomi termasuk lingkungan alam yang menyelamatkan anak bangsa di masa depan,” ujarnya.

Karena itu, Presidium Majelis Nasional Forhati memberikan perhatian khusus dan prioritas bagi program-program kesehatan, pendidikan, keislaman, pemajuan kebudayaan, kewirausahaan, dan peningkatan kualitas keluarga (sakinah, mawaddah dan rahmah). Termasuk perlindungan anak, yang berdampak pada kualitas sosial kemasyarakatan, mengembalikan peradaban dan kejayaan sungai Citarum.

Selain itu kata Hanifah, mengembangkan program aksi kaderisasi sebagai salah satu tanggungjawab dalam menyiapkan calon-calon perempuan pemimpin berdimensi kebangsaan (keindonesiaan, keislaman, dan keilmuan), yang layak dan patut (kompeten, berkualitas, profesional).

Forhati mengemban amanah kepemimpinan di seluruh fungsi dan profesi (politik, sosial, ekonomi, keagamaan). Baik sebagai pejabat negara, penyelenggara pemerintahan, eksekutif profesional, pengusaha, pendidik, organisasi – lembaga swadaya masyarakat, dan fungsi lainnya. Dengan demikian, menguatkan konsolidasi organisasi secara simultan dan terintegrasi untuk mewujudkan Forhati sebagai organisasi perempuan muslimah Indonesia bermartabat dan mampu menjadi bagian penting dalam proses transformasi kebangsaan.

Sejalan dengan itu, Majelis Nasional Forhati, secara bersungguh-sungguh dan tanpa henti, memperjuangkan keadilan terhadap perempuan dan anak untuk memperoleh hak hidup yang wajar dan layak sesuai dengan standar hak asasi manusia. Khususnya dalam memperoleh rasa aman dan nyaman dalam menjalankan kehidupan sehari- hari secara proporsional. Maka, perlakuan adil negara atas kaum perempuan dan anak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk tindak kekerasan baik dalam bentuk ucapan (kata-kata) maupun aksi kekerasan fisik. Termasuk pelecehan seksual. Baik di dalam keluarga maupun masyarakat.

Sebab, hal itu sesuai dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang- Undang No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan perubahan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga yang lebih melindungi kaum perempuan dan anak-anak. Dalam hal ekonomi, Forhati terus memperjuangkan penguatan akses kaum perempuan terhadap modal usaha dan mendesak otoritas jasa keuangan dan Bank Indonesia (BI) memperluas jangkauan distribusi inklusi keuangan yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga.

“Kaum perempuan berhak memperoleh perlakuan adil dalam mendapat kesempatan kerja, mengembangkan karir, sesuai dengan standar kompetensi dan profesionalisme, serta mendesak pemerintah untuk menyiapkan rencana pengembangan sumberdaya manusia sebagai modal insan bagi bangsa dan negara,” jelas Hanifah.

Akhirnya, Presidium Majelis Nasional FORHATI mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh senior dan kalangan yang telah membidani lahirnya Forhati. Sekaligus memberi apresiasi kepada Korps Alumni HMI (KAHMI) yang memungkinkan keberadaan Forhati bermakna. Baik di lingkungan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI dan HMI Wati), di lingkungan kaum muslimat dan masyarakat Indonesia. Untuk itu, Forhati mengajak pendiri FORHATI senior HMI-wati untuk hadir dan melengkapi sejarah dua dasawarsa Forhati yang akan didokumentasikan dalam bentuk buku. ***