BPS: Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Naik Jadi 71,39

Mengacu UNDP

Umur Harapan HidupDalam buku itu disebutkan, metode penghitungan IPM yang digunakan BPS mengacu pada metodologi yang digunakan oleh UNDP. Namun sejak tahun 2015, BPS telah menggunakan penghitungan IPM yang terbaru dengan melakukan penyesuaian pada beberapa indikator. Hal ini dilakukan karena masalah ketersediaan data pada tingkat kabupaten/kota (lihat catatan teknis).

Oleh karena itu, angka IPM Indonesia hasil penghitungan BPS tidak dapat dibandingkan dengan angka IPM Indonesia yang dihitung oleh UNDP.

IPM, jelas BPS, dihitung dari agregasi tiga dimensi, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Setiap dimensi diwakili oleh indikator.

Dimensi umur panjang dan hidup sehat diwakili oleh indikator umur harapan hidup saat lahir. Sementara itu, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah merupakan indikator yang mewakili dimensi pengetahuan. Terakhir, dimensi standar hidup layak Indonesia diwakili oleh indikator pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Baca :  Mahalnya Tiket Pesawat, BPS: Ancaman Inflasi Akhir 2019

Berdasarkan indikator tersebut, maka diketahui pada tahun 2018, IPM Indonesia tercatat sebesar 71,39. Umur harapan hidup saat lahir di Indonesia mencapai 71,20 tahun. Indikator ini menunjukkan bahwa bayi yang baru lahir pada tahun 2018 diperkirakan dapat bertahan hidup hingga usia 71,20 tahun.

Sementara dari sisi pendidikan, penduduk Indonesia yang berusia 25 tahun ke atas rata-rata menempuh 8,17 tahun masa sekolah atau telah menyelesaikan kelas VIII. Selain itu, rata-rata anak usia 7 tahun yang mulai bersekolah, diperkirakan dapat mengenyam pendidikan hingga 12,91 tahun, setara dengan Kelas XII atau tamat SMA.

Pada aspek ekonomi, pengeluaran per kapita sudah mencapai Rp11.059.000,00 per kapita per tahun.

Baca :  OJK Cabut Izin Usaha BPR Sekar Cikarang Bekasi