Petrus Salestinus: Waspadai Protes Pegawai KPK

Pengacara senior ini meminta pegawai KPK mau mengintrospeksi diri dengan merujuk pada apa yang terjadi pada anggota DPR dan DPD yang harus masuk dalam pembekalan oleh Lemhannas RI. Menyusul DPR dan DPD seluruh pegawai KPK seharusnya juga dilitsus oleh pihak yang berwenang. Lemhannas merupakan lembaga negara yang sejak tahun 1965 menjadi wadah litsus bagi para pemimpin nasional strategis.

“Melalui Lemhannas orang akan dilihat apakah sehat jasmani, sehat rohani dan juga sehat ideologi. KPK juga sebaiknya adalah mereka yang lulus Lemhannas, sehat ideologi dan memiki jaringan kuat. KPK itu mempunya posisi strategis yang posisinya seharusnya netral, tidak terpengaruh ideologi lain atau terkait dengan partai politik, bersih diri. Jangan lupa, laporan keuangan KPK adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Lha kalau statusnya WDP, bagaimana mungkin KPK akan memeriksa sebuah lembaga dengan status keuangannya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)?” ungkap Petrus lebih dalam.

Baca :  TPDI: Rizieq Shihab Bernyali Kerdil

Petrus juga menganalisa, jika pegawai lembaga antirasuah itu terpapar radikalisme dan ikut bermain dalam pilkada, jangan heran, jika separoh dari Provinsi, Kabupaten dan Kota yang melaksanakan Piklada akan dikuasai oleh kelompok radikal. Sebagai efeknya, akan banyak lagi perda-perda syariah atau yang tidak sesuai dengan Pancasila akan muncul.

“Radikalisme itu sifatnya jaringan dan terikat satu sama lain dan sudah masuk ke semua lembaga. Yang bisa melakukan deradikalisasi adalah Pimpinan KPK yang memiliki jaringan kuat dengan berbagai instansi terkait dengan program deradikalisi seperti yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Bangsa Indonesia tidak boleh bermain-main lagi dengan wacana dan saling menunggangi. KPK harus bersih dari mereka yang tidak menerima Pancasila dan NKRI. KPK harus memiliki pegawai yang kerjanya transparan melalui kerjasama yang baik antara Pimpinan dan bawahannya. KPK harus berbenah diri,” tegasnya

Baca :  TPDI: SBY Seharusnya Minta Maaf ke Istana dan BIN