DPR Minta Menteri Nadiem Perhatikan Kesejehteraan Guru

Guru K2
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim

JAKARTA-Anggota Komisi X DPR RI, Rojih Ubab Maimoen Zubair meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer yang jumlahnya kurang lebih mencapaii 250 ribu orang di seluruh Indonesia atau sekitar 50% dari jumlah tenaga honor K2.

“Momentum Hari Guru yang selalu diperingati setiap tanggal 25 November harusnya mengingatkan semua pihak agar memperhatikan nasib guu,” ujarnya.

Dia melihat, loyalitas para guru sangat tinggi. Walaupun banyak dari mereka yang tidak digaji dengan layak oleh pemerintah, namun komitmen mereka terhadap dunia Pendidikan tidak perlu diragukan lagi.

“Mereka mengabdi walaupun kesejahteraan mereka pun cukup rendah,” terangnya.

Untuk itu, dia meminta Menteri Nadiem Makarim yang baru menjabat, agar memperhatikan berbagai beban yang dimiliki para guru. “Dan berikan kesejahteraan yang sesuai dengan beban yang ada,” tutur politisi PPP ini.

Baca :  Mendikbud: Semua Guru Honorer Berpeluang Menjadi PPPK Tahun 2021

Dia mengaku, banyak sekolah yang memberikan honor sebesar 15% dari dana BOS yang diterima untuk para guru honorer di sekolah tersebut. Akan tetapi 15% persen dari dana BOS itu tidak cukup untuk dibagi-bagi kepada guru honorer di sekolah.

Bahkan banyak sekolah yang masih berikan honor sebesar Rp 150.000 per bulan untuk guru honorer.

Sebelumnya guru honorer K2 dijanjikan untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun janji itu sampai saat ini belum bisa dinikmati para guru.

“Banyak guru sekolah terkendala untuk mengikuti sertifikasi karena harus mendapatkan SK Gubernur, padahal banyak gubernur yang tidak mau mengeluarkan SK dengan alasan pengangkatan guru dilakukan oleh kepala sekolah,bukan oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.

Baca :  Gelontorkan Rp3,6 Triliun, DPR Anggap Mendikbud Perhatikan Kesejahteraan Guru Honorer