Harapan Terhadap Timur Tengah 2020

Vaksin Covid19 dan Fiskal Kita
Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah

Oleh: MH Said Abdullah

Perang memang selalu menjadi sumber tragedi kemanusiaan, terlebih jika perang itu tidak berkesudahan. Perang di kawasan Timur Tengah yang bertahun-tahun membawa sebagian kawasan ini pada kehancuran peradaban.

Timur Tengah cermin potret ironi, antara elegi sekaligus kemakmuran. Ada sebagian negara yang diambang kehancuran total seperti Yaman, Suriah, Irak dan Afganistan. Sebagian Negara lainnya hidup dalam kemakmuran, bahkan gelamor, seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.

Yaman diambang kehancuran, Negara ini berubah menjadi Negara termiskin di Jazirah Arab.

Sumbernya bermula dari perang saudara, antara Kelompok Houthi dengan Pemerintahan Abd Rabbu Mansour Hadi yang didukung oleh Koalisi Arab. Kelompok Houthi adalah suku minoritas di Yaman.

Baca :  Said Abdullah Dorong Percepatan Pengalihan ASABRI dan TASPEN ke BPJS

Pemerintahan otokrasi di beberapa Jazirah Arab membangkitkan Arab Spring, termasuk Yaman. Perlawanan kelompok minoritas atas pemerintahan diktator berhasil menumbangkan pemerintahan di Mesir, Tunisia, Yaman dan Libya.

Dibalik Arab Spring, kepentingan Koalisi Arab dan Barat berbeda-beda.

Di Libya, Koalisi Barat yang dipimpin Amerika Serikat mendukung pemberontak untuk menumbangkan Presiden Moammar Khadafy.

Di Mesir, Presiden Hosni Mubarak di gulingkan oleh gerakan sipil, yang di motori Ikhwanul Muslimin.

Meski lahir dari Ikhwanul Muslimin dan memenangkan pemilu demokratis Mesir hingga 51% pada tahun 2012, Muhamed Mursi presiden sipil pertama dalam masa pemerintahannya juga bertindak sewenang-wenang ditambahkan dengan ekonomi Mesir yang memburuk.

Dua tahun berkuasa, Mursi digulingkan oleh Panglima Militer Abdel Fattah al-Sisi yang didukung koalisi Barat, terutama Israel dan Amerika Serikat.

Baca :  Gamestop, Jiwasraya dan ASABRI: Kritik Terbuka Untuk Dahlan Iskan

Dugaan kuat, Mursi berencana membatalkan perjanjian Camp David tahun 1978, yang mewajibkan Mesir menarik pasukan di Semenanjung Sinai.