Pejabat Kemendag Bermazhab Impor Perlu ‘Dievaluasi’

anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin

JAKARTA-Kalangan DPR mengkritik keras sejumlah pejabat Kementerian Perdagangan yang masih menggunakan paradigma kuno alias jadul. Karena masih doyan ‘menikmati’ status zona nyaman dengan situasi impor.

“Orang-orang sekitar Bapak itu kebanyakan isi kepalanya masih mazhab impor. Padahal kita ini serius ingin mengurangi defisit neraca perdagangan yang selalu negatif,” kata anggota Komisi VI DPR Mukhtarudin dalam raker dengan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Lebih jauh Politisi Partai Golkar ini minta para pejabat Kemendas segera mengubah mindset, sehingga satu visi dengan Presiden Jokowi yang ingin neraca perdagangan bisa imbang.

“Malah kalau bisa surplus. Jadi sekali mohon diperhatikan agar serius dibenahi,” tambahnya.

Baca :  Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD 0,09 Miliar

Oleh karena itu, segala kebijakan yang berkaitan dengan impor harus dibatasi secara ketat. Namun bukan berarti harus menutup kran impor.

“Kita tahu, ada memang barang-barang yang juga perlu diimpor,” terangnya lagi

Disisi lain, Mukhtarudin kesal dengan molornya agenda rapat dengan Mendag Agus Suparmanto. Padahal rapat tersebut sangat penting membahas persoalan perjanjian dagang Indonesia-Jepang.

“Saya beberapa kali dipesankan oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto agar pembahasan masalah ini dipercepat,” ungkapnya.

Namun Ketua Bidang DPP Partai Golkar iniĀ  menjelaskan kepada Menko Perekonomian, bahwa DPR sama sekali tidak menghambat.

“DPR itu cepat, beberapa kali kita menunggu surat dari presiden dan kementerian,” ucapnya.

Yang lambat bukan DPR tapi kementerian, sambung Mukhtarudin lagi, sampai hari ini Kemendag juga belum memberikan tanggapan, mungkin tidak terlalu penting.

Baca :  Said Abdullah: Impor Pangan Harus Diubah Dari Sistem Kuota ke Skema Tarif

“Ya. Mungkin karena bapak baru menjadi Mendag dan belum masuk ke dunia persilatan dan dunia hutan rimba,” pungkasnya. ***