Pelanggan Mengeluh, Tarif Air Minum di Tangsel Naik 3 Kali Lipat

Syarifudin Beno Kepala Satuan Sekretariat Perusahaan Perumdam TKR,

TANGERANG- Jual air bersih dari Perusahaan Umum Distribusi Air Minum Tirta Kerta Raharja (Perumdam TKR), PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan sebagai BUMD Kota Tangsel, tetapkan tarif tiga kali lipat kepada pelangganya.

“Jadi kami bekerjasama sejak tiga tahun lalu, memang sampai saat ini belum ada kenaikan tarif. Kami menjual seharga 2.807 rupiah permeter kubik untuk air curah yang kami jual ke PT PITS,” ungkap Syarifudin Beno Kepala Satuan Sekretariat Perusahaan Perumdam TKR, ditemui di kantornya Selasa 21 Januari 2020.

Sementara itu, dengan besaran tarif air curah yang dijual Perumdam TKR ke PT PITS sebesar Rp2.807 permeter kubik. PT PITS selaku BUMD Kota Tangsel meraup untung hingga tiga kali lipat, dengan menjual air ke pelanggan rumah tangga mencapai Rp 6000 permeter kubik.

Baca :  Tarif KRL Jabodetabek Naik Rp 1.000 per 1 Oktober

Padahal BUMD Kota Tangsel itu, masih memanfaatkan jaringan pipa lama milik Perumdam TKR sebagai BUMD Kabupaten Tangerang, sejak sebelum berdirinya kota Tangsel.

Hal tersebut, seperti diungkap seorang pelanggan air bersih di perumahan Vila Dago Tol, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan. 

“Untuk air bersih yang kami pakai harga satuannya Rp6.000 permeter kubik, kami belum lama saja berlangganan setiap bulan pengeluaran untuk air bersih di rumah kami antara Rp80-100 ribu,” ucap seorang warga yang minta dirahasiakan identitasnya.

Syarifudin melanjutkan kerjasama jual-beli air bersih untuk sebagian pelanggan di Tangsel ini, dibatasi hingga 100 liter perdetik atau setara 10.000 pelanggan rumah tangga.

Baca :  Kejari Tangsel Keker BUMD PT PITS

Dari kuota kerjasama yang disepakati itu, PT PITS selaku BUMD Kota Tangsel baru mampu menyerap 6,55 liter air bersih perdetik milik Perumdam TKR dari kuota 100 liter air perdetik yang disepakati.

Sebagai informasi, sebelum terbentuknya Kota Tangerang Selatan, Perumdam TKR memiliki jaringan pipanisasi air bersih ke sejumlah wilayah di Serpong, Bintaro hingga Jakarta Selatan.

“Jaringan pipa tersebut, yang digunakan untuk penyaluran air bersih oleh PT PITS hari ini. Dia menyambungkan dari pipa kami dan mendistribusikannya ke pelanggan di Tangsel. Untuk ke Jakarta sampai Lebak Bulus juga oleh kami” terang Syarifudin

Menanggapi tingginya harga jual air bersih tersebut, Direktur Operasi PT PITS Sugeng Santoso enggan memberikan tanggapannya. Dia justri meminta untuk menghububgi langsung Direktur Utama PT PITS. 

Baca :  Bukan Ajang Balas Jasa, Komisaris dan Direksi BUMD Tangsel Harus Berintegritas

“Langsung ke Dirut saja mas biar clear,” ucap Sugeng.

Namun ketika disambangi ke kantornya di Taman Tekno BSD, melalui sekertaris Direksi Linda, menolak ditemui wartawan.