Jubir OJK: IHSG Terkoreksi Virus Corona

Ilustrasi

JAKARTA-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam di perdagangan sesi I Jumat (28/2/2020), hingga menjadi yang terburuk dibandingkan bursa utama Asia lainnya.

Namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pelemahan IHSG beberapa hari ini sejalan dengan tekanan yang terjadi di berbagai bursa saham dunia.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot mengatakan tekanan ini dilatarbelakangi oleh sentimen negatif penyebaran virus Corona yang semakin meluas ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.

“OJK akan memperhatikan secara ketat perkembangan dan dinamika pasar saham baik global, regional maupun domestik,” jelasnya.

Menurutnya, OJK akan terus berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia untuk melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan sesuai dengan kewenangan.

Baca :  Jokowi: Kebijakan Lockdown Domain Pemerintah Pusat

“OJK bersama Pemerintah dan BI telah dan akan terus mensinergikan kebijakan untuk memberikan stimulus dan menjaga kepercayaan publik khususnya investor,” pungkasnya

Seperti diberitakan, begitu perdagangan hari ini dibuka, IHSG langsung anjlok 1,8% ke 5.436,172. Aksi jual yang terus berlangsung membuat bursa kebanggaan Indonesia ini jeblok hingga 4,47% ke 5.288,370.

Koreksi tersebut merupakan yang terdalam sejak 5 September 2018.

IHSG berhasil memangkas pelemahan tersebut dan mengakhir perdagangan sesi I di 5.311,961, atau anjok 4,04%. Sepanjang sesi I, nilai transaksi tercatat Rp 3,21 triliun dan asing tercatat membukukan net buy Rp 61,59 miliar.