Muannas Alaidid: Laporan “Hoax Virus Corona” Fahira Idris Tidak Akan Dicabut

Muannas Alaidid
Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid

JAKARTA – Ketua Umum Cyber Indonesia Habib Muannas Alaidid memastikan tidak akan mencabut laporannya terhadap Fahira Idris kendati anggota DPD RI itu sudah meminta maaf.

Hal ini penting guna memberikan efek jera bagi pejabat negara lainnya agar tidak bersikap semaunya dalam menyampaikan kata-kata, apalagi ikut menyebarkan berita bohong alias hoax.

“Buat contoh pejabat Negara lainnya, laporan dugaan ‘hoax virus corona’ Fahira Idris tetap berproses,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3).

Sebelumnya, Muannas Alaidid melaporkan anggota DPD RI Fahira Idris Ke Polda Metro Jaya, pada Minggu, 1 Maret 2020.

Laporan ini terkait berita bohong soal ‘adanya pengawasan virus corona di berbagai wilayah di Indonesia’ yang diduga diunggah pemilik akun twitter @FahiraIdris.

Baca :  RKP 2021, Pemerintah Perkuat Sektor Kesehatan

Laporan tersebut diterima dengan No. Pol : LP/1387/III/Yan.2.5/ 2020/SPKT/PMJ
Tertanggal 01 Maret 2020 dengan Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 ayat 2 Jo. Pasal 45 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 Tentang ITE.

Muannas memastikan laporan terhadap Fahira Idris tidak akan pernah dicabut. Laporan ini tetap berproses sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.Karenanya, dia menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.

“Dan seperti saya bilang setidaknya kasus Fahira ini harus jadi contoh buat pejabat negara lain agar tidak bersikap semaunya dalam menyampaikan kata-kata/kalimat yang dapat meresahkan termasuk dimedia social,” tegasnya.

Muannaspun menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setingginya kepada Unit Cyber Bareskrim Polri yang telah menangani laporan ini dengan sangat baik termasuk dukungan luas netizen. ‬

Baca :  Penjualan UMKM Pertamina Tembus Rp 4 Miliar

“Terimakasih Unit Cyber Bareskrim Polri,” ujarnya.

Paska di laporkan ke Mabes Polri, Fahira Idris sebenarnya mengancam bakal melapor balik Muannas Alaidid ke Bareskrim Polri. Namun dalam perjalanannya, Fahira membatalkan laporannya.

“Soal sikap Fahira yang akhirnya batal melaporkan balik saya, sudah saya prediksi. Karena memang tidak ada bukti, tuduhan semula kan kabarnya saya dianggap melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadapnya atas laporan yang saya buat,” urainya.

Muannas menduga-duga, Fahira sebenarnya secara diam-diam melaporkannya ke Polisi. Namun laporannya ditolak sampai pada akhirnya diam-diam Fahira memenuhi panggilan Polisi malam hari.

“Bagi saya, bisa jadi bukan karena dia tidak jadi melaporkan, tetapi mungkin sudah berupaya melaporkan diam-diam. Namun laporannya ditolak, sama seperti diam-diam akhirnya datangi Bareskrim penuhi panggilan malam hari,” terangnya.

Baca :  Pangdam Jaya Bantu 1000 APD dan Masker Bagi Tenaga Medis di Tangsel

Muannas kembali menegaskan bahwa tidak pernah melakukan dugaan tindak pidana apapun dan terhadap siapapun.

“Laporan saya sesuai fakta hukum dan data yang Insya Allah dapat dipertanggungjawabkan, apalagi dia sendiri sudah mengakui dan menghapus konten yang dilaporkan itu,” pungkasnya.