Laba Meningkat 24%, IPCM Bagi Dividen 75% Laba Tahun 2019

Komisaris Independen baru, Bay Mokhamad Hasani (keempat dari kiri); Direktur Utama baru, Amri Yusuf (keempat dari kanan) bersama Pengurus Perseroan baru dan lama usai RUPST PT Jasa Armada Indonesia Tbk yang dilaksanakan di Financial Club Jakarta (15/7). RUPST antara lain menyetujui laporan keuangan dan laporan tahunan 2019, pembagian dividen tunai sebesar 75% dari laba tahun 2019 serta perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

JAKARTA-PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM atau Perseroan) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Financial Club, di Jakarta, (15/07/20).

RUPST antara lain menyetujui laporan keuangan dan laporan tahunan 2019, penggunaan laba tahun 2019 serta perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Dalam pembahasan mengenai laporan keuangan, RUPST mencatat kinerja Perseroan tahun 2019 dengan pembukuan laba bersih sebesar Rp 90 miliar atau naik 24% dari Rp 72,8 miliar pada 2018.

Penggunaan laba Perseroan tahun buku 2019 tersebut digunakan Perseroan untuk pembagian dividen tunai sebesar Rp 67,6 miliar atau sebesar 75% dari laba bersih. Jumlah tersebut termasuk dividen interim sejumlah Rp 15,8 miliar yang telah dibagikan kepada pemegang saham tanggal 26 Desember 2019.

Direktur Utama IPCM, Chiefy Adi Kusmargono mengatakan pembagian dividen dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 75% atau dividend per share (DPS) sebesar Rp 12,8 per saham sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan pemegang saham dan investor.

Baca :  Alokasikan Capex Rp1 Triliun, DILD Bidik Marketing Sales Rp2 Triliun

Sebagai informasi, tahun 2017 Perseroan membagikan dividen sebesar 30% dan tahun 2018 sebesar 49%.”

RUPST menerima pengunduran diri Komisaris Utama Perseroan, Dani Rusli Utama, sehubungan dengan penugasan baru beliau sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sejak tanggal 22 Juni 2020.

RUPST juga memberhentikan dengan hormat Jimmy A.B. Nikijuluw dan Albertus Sumardi karena telah berakhir masa jabatannya.

Selanjutnya, RUPST mengangkat Bay Mokhamad Hasani sebagai Komisaris Independen Perseroan, beliau adalah Komisaris Independen PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

RUSPT juga memutuskan penggantian Direksi Perseroan yaitu mengangkat Amri Yusuf sebagai Direktur Utama menggantikan Chiefy Adi Kurmargono yang mendapat penugasan sebagai Direktur Utama PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia dan Shanti Puruhita sebagai Direktur Komersial dan Operasi menggantikan Herman Susilo yang menjadi Plt. Direktur Keuangan dan SDM PT Pengembangan Pelabuhan Indonesia.

Baca :  PT Jasa Armada Indonesia Tbk Teken MoU Dengan PT Langlang Laju Layang

Amri Yusuf merupakan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia Investama, sedangkan Shanti Puruhita sebelumnya menjabat sebagai Sekretariat Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Dengan adanya perubahan tersebut, sejak tanggal 15 Juli 2020 susunan Komisaris dan Direksi PT Jasa Armada Indonesia Tbk tahun 2020 menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Independen : Bay Mokhamad Hasani
Direksi
Direktur Utama : Amri Yusuf
Direktur Komersial & Operasi : Shanti Puruhita
Direktur Armada & Teknik : Supardi
Direktur Keuangan & SDM : Rizki Pribadi Hasan

Perseroan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dani Rusli Utama yang telah menjadi Komisaris Utama Perseroan sejak November 2017 dan turut bangga beliau diberi kepercayaan untuk memimpin PT Pelindo I (Persero) sebagai Direktur Utama.

Baca :  PEHA Siap Tebar Dividen 40% Dari Laba Bersih 2020

Perseroan juga mengucapkan terima kasih kepada Jimmy A.B. Nikijuluw dan Albertus Sumardi atas pengabdian dan dedikasinya.

Selanjutnya, Perseroan juga menyambut baik kehadiran Bay M. Hasani sebagai Komisaris
Independen baru. Perseroan juga sangat menghargai dedikasi Chiefy Adi Kusmargono dan Herman Susilo selama menjabat sebagai Direksi IPCM dan menyambut bergabungnya Amri Yusuf dan Shanti Puruhita dalam jajaran Direksi Perseroan.

Selain itu, RUPST juga menyetujui penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited) untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2020; mengesahkan tantiem, gaji dan honorarium Dewan Komisaris dan Direksi; menyetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan; menerima laporan penggunaan dana hasil penawaran umum dan mengukuhkan pemberlakuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN tanggal 12 Desember 2019.