CASA Tak Bagi Dividen, Pemegang Saham Setuju Penerbitan Obligasi Rp1 Triliun

Penghentian sementara perdagangan saham TIRA terbatas pada upaya untuk melakukan cooling down
ILustrasi

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menyetujui agar laba bersih 2019 dicatat sebagai laba ditahan atau tidak membagikan dividen.

Sedangkan pada RUPS Luar Biasa menyetujui perseroan untuk menerbitkan obligasi maksimal Rp1 triliun.

Berdasarkan siaran pers CASA yang dilansir di Jakarta, Jumat (21/8), pada RUPST hari ini para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih 2019 yang sebesar Rp14,77 miliar.

Adapun sebesar Rp14,27 miliar dari laba bersih tersebut akan ditempatkan sebagai laba ditahan dan sisanya digunakan sebagai dana cadangan.

Menurut Presiden Direktur CASA, Hengky Setiono, RUPS-LB CASA menyetujui rencana penerbitan obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp1 triliun yang diperkirakan bakal dieksekusi pada Kuartal IV-2020.

Baca :  Butuh Dana Penyaluran Kredit, AMAR Siap Rights Issue 20 Miliar Saham

Nantinya, dana penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk investasi berupa setoran modal ke anak usaha dan/atau pinjaman ke anak usaha dan/atau pembelian aset atau portofolio efek.

Lebih lanjut Hengky mengatakan, RUPS-LB hari ini juga menyetujui perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

“Dana yang diperoleh dari PUT I sebesar Rp4,31 triliun,” ucap Hengky.

Adapun sebesar Rp3,11 triliun digunakan untuk investasi di PT Capital Global Investment, senilai Rp500 miliar didistribusikan ke PT Capital Global Financial untuk penambahan modal PT Capital Life Indonesia, senilai Rp500 miliar didiatribusikan ke PT Inigo Global Capital untuk penambahan modal PT Capital Life Syariah.

Baca :  SAMF Siap Bagi Dividen Rp89,28 Miliar atau Senilai Rp17,42 Per Saham

Sementara itu, senilai Rp100 miliar untuk penyertaan modal di PT Capital Digital Creative, senilai Rp50 miliar untuk penyertaan modal di PT Capital Global Investment, senilai Rp50 miliar untuk penyertaan modal di PT Capital Digital Strategic dan sisanya senilai Rp5 miliar untuk biaya pelaksanaan PUT I