PBRX Ubah Penggunaan Dana PUT III Sebagai Modal Kerja

ILustrasi

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pan Brothers Tbk (PBRX) menyetujui perubahan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) III untuk modal kerja, selain itu rapat juga menyetujui penjaminan lebih dari 50 persen kekayaan bersih untuk mendapatkan pinjaman.

Menurut Wakil Direktur Utama PBRX, Anne Patricia Sutanto di Jakarta, Kamis (27/8), melalui RUPST hari ini para pemegang saham menyetujui perubahan penggunaan dana hasil PUT III-2014 yang tersisa Rp210 miliar yang semula direncanakan untuk investasi ke hilir dan hulu menjadi untuk modal kerja.

“Perubahan ini seiring dengan keberhasilan perseroan dalam melakukan peningkatan kapasitas dengan digitalisasi dan otomatisasi. Peningkatan modal kerja akan bermanfaat bagi perkembangan dan menopang kebutuhan modal kerja opersional PBRX,” kata Anne.

Baca :  PBRX Terkendala Kecukupan Modal Kerja di Tengah Tingginya Pesanan Produk

Selain itu, lanjut Anne, RUPST juga menyetujui rencana penjaminan lebih dari 50 persen kekayaan bersih PBRX dan anak usaha dalam rangka mendapatkan pinjaman.

Hal ini dilatarbelakangi oleh rencana mengadakan fasilitas utang sindikasi baru dan/atau menerbitkan global bond untuk melunasi utang sindikasi yang akan jatuh tempo di awal 2021 dan global bond yang akan berakhir di awal 2022.

Lebih lanjut Anne menyebutkan, pada tahun ini PBRX menargetkan nilai penjualan bersih (konsolidasian) sekitar USD732 juta-USD765 juta yang didukung belanja modal (capex) sebesar USD15 juta dengan realisasi per akhir Juni 2020 sebesar USD3,3 juta.

Dia mengungkapkan, hubungan keberlanjutan dengan global brands dan peningkatan penjualan alat pelindung diri (APD) virus korona diyakini akan mendorong nilai penjualan bersih di sepanjang tahun ini sekitar 10-15 persen.

Baca :  PBRX Perpanjang Waktu Jatuh Tempo Utang Sindikasi Senilai USD138,5 Juta

“Sepanjang 2019 dan 2020, PBRX konsentrasi untuk menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalilasi dan upskilling di seluruh lini personal. Maintenance capex 2020 di-budget-kan sebesar USD15 juta, sedsngkan sampai Juni 2020 realisasi capex sebesar USD3.3 juta,” papar Anne.

Menurut Anne, kapasitas terpasang untuk garmen di 2019 menjadi 117 juta potong dan ditargetkan menjadi 130 juta potong per tahun pada 2021.

“PBRX berhasil menunjukan peningkatan profitabilitas di tengah keadaan ekonomi, sosial dan geopolitikal yang menantang, karena track record dankepercayaan yang dibangun PBRX lewat produk garmen berkualitas,” ucapnya.