Dorong UKM Masuk Pasar Global, Eximbank Kembangkan Desa Devisa

ilustrasi

JAKARTA-Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/Eximbank) berencana mendorong pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor melalui kegiatan pembangunan desa devisa di Bali.

Menurut Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas dalam siaran pers Eximbank yang disampaikan Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (3/9), UKM dan koperasi perlu pengembangan kapasitas kelembagaan maupun produktivitas usaha, lantaran adanya kendala terkait keterbatasan akses informasi, teknologi, pasar dan permodalan.

“Melihat kendala tersebut, LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu berupaya mengambil langkah-langkah melalui program pendampingan khusus kepada IKM, koperasi dan UMKM yang berorientasi ekspor di Kabupaten Klungkung, Bali,” kata Daniel.

Dia menyebutkan, Indonesia Eximbank bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung akan melakukan pendampingan dan melatih pengusaha sektor IKM, koperasi dan UMKM agar mampu menembus pasar global.

Baca :  Ini Penjelasan Dirut GIAA Soal Utang Rp1 Triliun kepada Eximbank

Upaya pendampingan ini ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPEI dengan DJKN Bali Nusa Tenggara dan Pemkab Klungkung, terkait pengembangan desa devisa.

Daniel menyebutkan, pelatihan diberikan kepada pelaku usaha calon eksportir produk kerajinan dan pendampingan untuk mengembangkan desa devisa.

Saat ini, Kabupaten Klungkung sudah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) 2010-2025 sesuai PP No. 50/2011 dan Kawasan Prioritas Perdesaan Nasional (KPPN).

“Dengan dukungan pelatihan dari LPEI, diharapkan pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Klungkung dalam peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja,” ucap Daniel.