Niat Bayar Utang, INKP Siap Rilis Obligasi Rp1,8 Triliun Berbunga 11,5%

ILustrasi

JAKARTA-PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berencana melakukan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) atas Obligasi Berkelanjutan I Tahap II-2020 senilai Rp1,8 triliun, dengan tingkat bunga berkisar 9,25-11,5 persen.

Rencana tersebut disampaikan manajemen INKP melalui keterbukaan informasi perseroan yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (31/8). Total target dana yang akan dihimpun INKP melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I mencapai Rp10 triliun.

Sebelumnya, INKP telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I-2020 sebesar Rp1,39 triliun. Selanjutnya, pada Tahap II yang juga akan diterbitkan tahun ini memiliki jumlah pokok sebesar Rp1,8 triliun yang terbagi menjadi tiga seri.

Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh INKP atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai bukti utang kepada pemegang obligasi.

Baca :  Bayar Utang dan Tambah Modal Kerja, INKP Rilis Obligasi Rp3,25 Triliun

Adapun Obligasi Berkelanjutan I Tahap II-2020 untuk Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp925,6 miliar bertenor 370 hari dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,25 persen. Sedangkan Seri B senilai Rp597,85 miliar bertenor tiga tahun dengan tingkat bunga sebesar 10,5 persen dan Seri C senilai Rp276,55 miliar bertenor lima tahun dengan bunga sebesar 11,5 persen.

“Bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada¬†16 Desember 2020, sedangkan pembayaran bunga rerakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing pada 26 September 2021 untuk Seri A,¬†16 September 2023 untuk Seri B dan 16 September 2025 untuk Seri C,” terangnya.

Baca :  Siap Rilis Obligasi dan Sukuk Rp4 Triliun, INKP Tawarkan Bunga Hingga 10%

Pada penerbitan obligasi ini INKP menunjuk lima penjamin pelaksana emisi, yakni PT BCA Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas (terafiliasi), PT Succor Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).

Rencananya, sebesar 60 persen dari dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan INKP untuk membayar angsuran utang dan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja perseroan yang terdiri dari pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.