Dirut PTPP: Rombak Pengurus di Anak Usaha Jadi Bagian Strategi Bisnis Jangka Panjang

ILustrasi

JAKARTA-Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk (PTPP), Novel Arsyad mengungkapkan, perombakan susunan pengurus di sejumlah anak usaha merupakan bagian dari strategi perseroan untuk mengoptimalkan kinerja jangka panjang perseroan.

Menurut Novel dalam keterbukaan informasi PTPP yang dirilis Bursa Efrk Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (12/10), perubahan susunan pengurus di sejumlah anak usaha PTPP diyakini akan menciptakan optimisme baru bagi perseroan. 

“PTPP telah menunjuk beberapa generasi muda yang berpengalaman di bidangnya untuk menduduki posisi sebagai direktur di dua anak perusahaan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT PP Presisi Tbk (PPRE) dan PT PP Properti Tbk (PPRO) menyetujui perubahan susunan direksi dan dewan komisaris untuk masa jabatan lima tahun.

Baca :  PTPP Targetkan Tol Akses Bandara Kertajati Beroperasi November 2021

Pada dasarnya, lanjut Novel, perubahan susunan pengurus merupakan hal yang lazim dilakukan dalam suatu perusahaan.

“Di PPRE terdapat salah satu direksi yang memasuki masa purnabakti, sehingga diperlukannya pergantian pengurus dan direksi yang kini diangkat memiliki kapasitas untuk memperkuat PPRE ke depan,” imbuhnya.

Sedangkan, jajaran direksi PPRO yang sebelumnya telah lama menjabat telah berhasil membawa PPRO melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mem-branding nama PPRO sampai saat ini.

“Kini saatnya untuk melakukan penyegaran. Beberapa posisi diisi oleh direksi-direksi muda yang memiliki pengalaman di bidang investasi dan konstruksi,” ucapnya.

Novel menegaskan, perubahan susunan pengurus di PPRE dan PPRP juga merupakan strategi PTPP untuk mengoptimalkan kinerja jangka panjang perseroan, serta memperkuat posisi PTPP sebagai salah satu perusahaan konstruksi dan investasi di Indonesia.

Baca :  Kontribusi Manufaktur Terhadap Perekonomian 17%

“Saat ini, PTPP juga tengah mempersiapkan satu tahapan transformasi bisnis baru sebagai salah satu langkah perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah di mata para stakeholders,” tuturnya.