Masyarakat Toraja Dukung Babe Muhamad dan Mpok Saraswati

Calon Wakil Walikota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

SERPONG-Masyarakat Toraja yang berdomisili di Kota Tangerang Selatan berkumpul di Serpong, hari Minggu sore (8/11) kemarin.

Mereka mendeklarasikan dukungan kepada pasangan H. Muhamad-Rahayu Saraswati dalam Pilwalkot Tangerang Selatan yang akan diselenggarakan secara serentak di seluruh tanah air Desember mendatang.

Berikut kutipan deklarasi yang disampaikan secara tertulis kepada redaksi:

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami Komunitas Masyarakat Toraja Tangerang Selatan, dengan ini menyatakan dengan tulus ikhlas mendukung pasangan calon No I (Babe Muhamad & Mpok Saraswati) sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Periode 2021-2024.

Demikian deklarasi ini disampaikan, kiranya Tuhan Yang Maha Esa meridhoi menjadi pemimpin Tangerang Selatan yang amanah dan mengabdi untuk semua.”

Baca :  Komunikasi Dua Arah, Kunci Muhamad-Saraswati Merangkul Kaum Muda

Kordinator Relawan Masyarakat Toraja, R. Bobby Sangka menyampaikan pilihan masyarakat Toraja jatuh pada Muhammad – Saraswati adalah karena pasangan ini memberikan harapan untuk Tangsel menjadi rumah bersama tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Sebagai masyarakat perantau, kami melihat pasangan Muhamad-Saraswati yang mampu mewujudkan itu,” ujarnya.

Selain itu sebagian besar warga Tangsel juga ingin melihat perubahan mendasar di pemerintah kota Tangsel, tidak hanya itu-itu saja, karena memang selama ini terbukti gagal.

F. Nentan Tangkeallo sebagai deklarator juga menambahkan bahwa harapan masyarakat Toraja bagi pasangan ini agar dapat betul-betul memperjuangkan aspirasi warganya yang plural.

“Oleh karena itu kami warga Toraja, akan betul-betul berjuang untuk memenangkan pasangan MS. Ada beberapa titik konsentrasi masyarakat Toraja di Tangerang Selatan, dan akan kami maksimalkan di daerah itu,” tutupnya.

Baca :  Saraswati: Apakah Harus Menunggu 56 Tahun untuk Dapatkan RS Tipe B di Tangsel?

Deklarasi yang dihadiri sekitar 30 sampai 50 orang ini, telah sesuai dengan ketentuan kampanye yang berlaku sesuai PKPU No. 13 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan KPU No. 6 tahun 2020.

Dalam situasi pandemi ini, beberapa teknis kampanye ataupun deklarasi dukungan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.