Niat IPO 3 Tahun Lagi, Tokoplas Siap Terapkan One-Stop Shopping di Industri Plastik

ILustrasi

JAKARTA-Distributor bijih plastik, PT Tokoplas Ecommerce Indonesia berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada tiga tahun mendatang, sehingga saat ini perseroan mengaku sedang fokus pada pengembangan aplikasi digital dalam upaya menerapkan strategi one-stop shopping solution di industri plastik.

“Pasti target jangka panjang kami melakukan IPO, sekarang kami masih bayi berusia tujuh bulan sejak launching pada Maret 2020. Kami akan melihat pertumbuhan dalam jangka waktu tiga tahun terlebih dahulu sebelum IPO,” kata Direktur Utama Tokoplas, Antoni Gunawan saat konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (26/11).

Dia mengungkapkan, industri plastik memiliki potensi pasar yang besar, lantaran sebagian besar produk membutuhkan kemasan berbahan plastik.

Baca :  Jadi Emiten Terakhir di 2020, Harga WIFI Langsung Menguat 24,5%

Antoni menyebutkan, produsen barang dan makanan masih lebih memilih kemasan plastik daripada yang berbahan kayu atau besi.

“Apalagi kebutuhan lokal terhadap bijih plastik masih sangat besar. Sekitar sepertiga kapasitas lokal menampung kebutuhan nasional yang mencapai 6 juta ton per tahun. Sedangkan, kapasitas produsen lokal cuma sekitar 1,5 juta ton per tahun, makanya kita lebih banyak impor,” papar Antoni.

Dengan demikian, jelas dia, saat ini perseroan sedang fokus pada pengembangan aplikasi digital business to business (B2B), Tokoplas.

“Kami melihat peluang untuk membantu UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) dalam memperoleh bahan baku untuk kebutuhan bisnisnya,” ucap Antoni.

Antoni mengatakan, pengembangan bisnis ecommerce ini akan mengarah pada upaya menerapkan strategi one-stop shopping solution di industri plastik nasional.

Baca :  Siap Melantai di BEI, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk Lepas 807 Juta Saham

Tokoplas menghubungkan para pemasok besar dengan pelanggan yang dilakukan melalui aplikasi digital.

“Jadi singkatnya, Tokoplas menggabungkan seluruh proses bisnis ke dalam satu platform, dengan tujuan membantu para pelaku UMKM dalam mengakses lebih banyak produk dengan informasi yang transparan dan harga yang kompetitif,” ujar Antoni.

Selanjutnya, menurut Antoni, Tokoplas akan mengembangkan model bisnis menjadi one-stop shopping untuk industri plastik, dengan menyediakan kategori produk baru bijih plastik jenis polyethylene, polypropylene, polystyrene dan recycled resin.

Saat ini sudah tersedia produk ABS, PVC, PET dan PC.

Sejauh ini, kata Antoni, pelanggan bisa memesan mulai dari 200 kilogram hingga ribuan ton bijih plastik.

“Kami mempunyai tujuh warehouse di tujuh kota,” ucap Antoni sembari mengatakan bahwa saat ini Tokoplas sudah menggandeng empat supplier dan memiliki 950 customer, selanjutnya akan menggandeng mitra baru sebanyak 15 supplier.

Baca :  Penawaran Umum Perdana Saham PT Bank Nationalnobu Tbk