Pemuda Katolik Kutuk Keras Pembantaian Keji di Sigi

pos pelayanan gereja bala keselamatan sigi

JAKARTA- Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik mengecam dan mengutuk keras atas kejahatan sadis para pelaku tindakan teror terhadap pembakaran Pos Pelayanan luar Gereja Bala Keselamatan (BK) di Lewonu Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat Pagi, 27 November 2020.

Aksi keji yang disertai pembakaran rumah Jemaat dan serangan membabi buta ini mengakibatkan korban jiwa, serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Untuk itu, Pemuda Katolik mendesak aparat keamanan (TNI & Polri) serta Pemerintah Daerah agar serius dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tidak memandang segala perbedaan (baik suku, agama dan lain sebagainya) karena Indonesia adalah Negara Hukum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

“Pemuda Katolik menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga besar Gereja Bala Keselamatan dan khususnya kepada keluarga korban kekerasan dan pembunuhan secara keji oleh orang-orang yang tidak dikenal (OTK) di Lewonu Lembantongoa ini,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa.

Baca :  Pemuda Katolik Dukung Aparat Tangkap Aktor Intelektual Rusuh Papua

Dalam keterangan tertulisnya, Pemuda Katolik menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan seluruh kader Pemuda Katolik agar jangan terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan.

“Tingkatkan soliditas serta senantiasa membangun dialog dan kerjasama dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai dan makmur,” ulasnya.

Berikut pernyataan sikap Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik sebagai berikut:

1. Pemuda Katolik mengecam dan mengutuk keras atas kejahatan sadis para pelaku tindakan teror terhadap pembakaran Pos Pelayanan luar Gereja Bala Keselamatan (BK) di Lewonu, pembakaran rumah Jemaat dan serangan yang mengakibatkan korban jiwa, serta menimbulkan keresahan masyarakat.

2. Pemuda Katolik mendesak kepada aparat keamanan (TNI & Polri) serta Pemerintah Daerah agar serius dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tidak memandang segala perbedaan (baik suku, agama dan lain sebagainya) karena Indonesia adalah Negara Hukum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Baca :  Uskup Ingatkan Dokumen Persaudaraan Insani Abu Dhabi

3. Pemuda Katolik mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta mengungkap motif dan aktor dibalik para pelaku. Hal ini untuk mencegah terjadinya aksi-aksi serupa di masa yang akan datang. Aksi tersebut merupakan bentuk terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

4. Pemuda Katolik mengajak segenap umat Katolik dan berbagai lapisan masyarakat untuk berani mencegah aksi-aksi kekerasan dan menjadi benteng utama persatuan. Jangan mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus terlibat aktif memutus mata rantai kekerasan dan intoleransi, serta senantiasa taat kepada peraturan perundang-undangan.

5. Pemuda Katolik menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan seluruh kader Pemuda Katolik agar jangan terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan. Tingkatkan soliditas serta senantiasa membangun dialog dan kerjasama dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai dan makmur.

Baca :  Pemuda Katolik Berharap Ustad Somad Minta Maaf

Demikian pernyataan Pengurus Pusat Pemuda Katolik menyikapi kekerasan dan pembunuhan secara keji oleh orang-orang yang tidak dikenal (OTK) di Lewonu Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

Jakarta, 28 November 2020

Pengurus Pusat Pemuda Katolik

Ketua Umum
dr. Karolin Margret Natasa

Sekretaris Jenderal
Christopher Nugroho