ADHI Targetkan Kontrak Baru di 2021 Tumbuh 20%

Ilustrasi

JAKARTA-PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menargetkan perolehan kontrak baru di sepanjang 2021 bisa bertumbuh sekitar 15-20 persen (year-on-year).

Adapun realisasi kontrak baru perseroan hingga akhir November 2020 tercatat senilai Rp17,3 triliun.

Berdasarkan materi Public Expose ADHI seperti dikutip di Jakarta, Selasa (15/12), target pertumbuhan kontrak baru ADHI di 2021 berkisar 15-20 persen, sedangkan target penurunan beban operasional di sepanjang tahun depan sekitar 0,5-1 persen.

Perlu diketahui, hari ini ADHI akan menggelar Public Expose 2020 yang akan dilaksanakan secara virtual.

Untuk sepanjang tahun ini, ADHI menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp22,5 triliun, setelah dikoreksi dari sebelumnya yang mencapai Rp35 triliun.

Baca :  BI Siapkan Uang Tunai Rp158 Triliun Periode Ramadan/Idulfitri 1441 H

Sampai akhir November 2020, mayoritas kontrak baru ADHI didominasi oleh kontrak dari segmen konstruksi dan energi, yakni sebesar 95 persen.

Hingga akhir Kuartal III-2020, ADHI mencatatkan total pendapatan usaha sebesar Rp8,5 triliun dengan tingkat beban pokok pendapatan mencapai Rp7,4 triliun.

Sehingga, laba kotor perseroan pada selama sembilan bulan pertama tahun ini senilai Rp1,1 triliun dan laba bersih senilai Rp15,6 miliar.

“Pandemi Covid-19 membuat ADHI melakukan efisiensi. Salah satunya dengan menghemat pengeluaran capex (belanja modal). Beberapa rencana capex yang ditunda adalah penyertaan kepada anak usaha, PT Adhi Commuter Properti (ACP),” demikian disebutkan manajemen Adhi Karya.