BBRI Setujui Rencana Penggabungan BRIS, BNI Syariah dan Mandiri Syariah

ilustrasi

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) menyetujui penggabungan BRIS, PT BNI Syariah dan PT Bank Mandiri Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Berdasarkan laporan hasil RUPS-LB BRIS yang dilansir di Jakarta, Selasa (15/12), BNI Syariah dan Mandiri Syariah telah disepakati untuk digabung dalam BRIsyariah.

Selanjutnya, akan beroperasi pasca tuntasnya proses merger dan persetujuan merger diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan nama baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Pada RUPS-LB BRIS hari ini membahas lima mata acara yang terkait dengan merger tiga bank syariah anak usaha BUMN.

Adapun kelima agenda rapat tersebut adalah meminta persetujuan atas penggabungan, rancangan penggabungan, akta penggabungan, perubahan anggaran dasar dan persetujuan susunan direksi, komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah Bank Hasil Penggabungan.

Selain itu, RUPS juga menyetujui visi Bank Syariah Indonesia untuk menjadi 10 Bank Syariah Terbesar di Dunia.

Baca :  Merger Dengan Malacca Straits, Anak Usaha IPTV Akan Tercatat di NASDAQ

“BRIsyariah menggelar RUPSLB sebagai salah satu proses yang harus dilalui dalam proses merger tiga bank umum syariah milik anak perusahaan BUMN. Bank hasil merger akan bergabung secara efektif pada 1 Februari 2021”.

Manajemen BRIS menyampaikan, penggabungan BRIS, BNI Syariah dan Mandiri Syariah dilakukan untuk menciptakan bank syariah berskala besar guna meningkatkan penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Pemegang saham menyepakati, struktur pengurus Bank Syariah Indonesia terdiri dari seorang direktur utama, dua wakil direktur utama, dan masing-masing satu direktur wholesale & transaction banking, retail banking, sales & distribution, information technology & operations, risk management, compliance & human capital, serta finance & strategy.

RUPS-LB BRIsyariah juga menyepakati penambahan tugas, tanggung jawab dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk Bank Hasil Penggabungan.

Bahkan disepakati pula aturan mengenai kewenangan, jumlah minimal dan masa jabatan DPS.

Baca :  Akhir Bulan Ini BEI Bakal Rilis Indeks Berbasis Saham Syariah-BUMN

Adapun susunan manajemen baru berdasarkan hasil RUPS-LB hari ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris:
Mulya E Siregar: Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen
Suyanto: Komisaris
Masduki Baidlowi: Komisaris
Imam Budi Sarjito: Komisaris
Sutanto: Komisaris
Bangun S Kusmulyono: Komisaris Independen
M Arief Rosyid Hasan: Komisaris Independen
Komaruddin Hidayat: Komisaris Independen
Eko Suwardi: Komisaris Independen

Dewan Pengawas Syariah
Mohamad Hidayat : Ketua Dewan Pengawas Syariah
Oni Syahroni: Anggota Dewan Pengawas Syariah
Hasanudin: Anggota Dewan Pengawas Syariah
Didin Hafidhuddin: Anggota Dewan Pengawas Syariah

Direksi
Hery Gunardi:!Direktur Utama
Ngatari : Wakil Direktur Utama 1
Abdullah Firman Wibowo: Wakil Direktur Utama 2
Kusman Yandi: Direktur Wholesale Transaction Banking
Kokok Alun Akbar: Direktur Retail Banking
Anton Sukarna: Direktur Sales and Distribution
Achmad Syafii: Direktur Information Technology
Tiwul Widyastuti: Direktur Risk Management
Tribuana Tunggadewi: Direktur Compliance and Human Capital
Ade Cahyo Nugroho: Direktur Finance and Strategy

Baca :  Lakukan Green Activity, BNI Syariah Implementasikan Program Bike to Work

Seluruh pejabat direksi dan dewan komisaris yang telah ditunjuk tersebut akan mulai bekerja efektif pada 1 Februari 2021 dan merger mendapat persetujuan OJK, serta mendapat persetujuan hasil wawancara yang dilakukan oleh OJK mengikuti ketentuan yang berlaku.

Khusus untuk pengangkatan pejabat Dewan Pengawas Syariah yang ditunjuk tersebut akan berlaku efektif pada Tanggal Efektif Merger dan setelah mendapat rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan persetujuan hasil wawancara yang dilakukan oleh OJK.

Manajemen yang ditunjuk oleh pemegang saham dan pemerintah sebagai ultimate shareholder dari bank hasil penggabungan mencerminkan kebutuhan Bank Syariah Indonesia saat ini dan ke depan.

“Manajemen yang ditunjuk bertugas memastikan proses integrasi berjalan mulus, memberikan layanan yang terbaik bagi para nasabah dan para pemangku kepentingan, juga untuk mewujudkan visi Bank Syariah Indonesia”