Ini Faktor Pendukung Kinclongnya Kinerja Pasar Obligasi Sepanjang 2020

Sebetulnya kebijakan ini juga banyak dilakukan negara lain dalam kondisi pandemi saat ini untuk memberi stimulus pada ekonomi. Dalam pandangan kami pelebaran defisit yang dilakukan pemerintah masih dalam batas wajar.

Selama pemerintah bisa menjaga kredibilitas postur fiskal dan komunikasi kebijakan ke pasar dengan baik maka risiko penurunan rating dapat dimitigasi. Dan kalau kita lihat kondisi Indonesia masih cukup baik karena dapat mempertahankan peringkatnya, sementara negara lain banyak mendapat penurunan rating. Lembaga pemeringkat Fitch melakukan penurunan rating pada 33 negara di semester I-2020 termasuk Inggris.

Bagaimana pandangan Anda terhadap obligasi korporasi? Di tengah kondisi ekonomi saat ini apakah pruden bagi investor untuk memiliki eksposur di obligasi korporasi?

Baca :  COVID-19 Picu Ekonomi Stagnan

Obligasi korporasi masih menarik untuk menjadi bagian dalam portofolio investor karena menawarkan imbal hasil lebih tinggi dibanding obligasi pemerintah dengan tenor sama sehingga dapat menjadi kicker tambahan bagi kinerja portofolio.

Dan selaras dengan pergerakan pasar obligasi pemerintah, obligasi korporasi juga bisa menangkap upside dari potensi penurunan yield obligasi.

Namun investor harus memperhatikan risiko gagal bayar pada obligasi korporasi, yang dapat terjadi apabila kondisi keuangan emiten tidak sehat. Untuk memitigasi risiko ini analisa fundamental menjadi sangat penting dalam pemilihan obligasi korporasi.

Oleh karena itu secara internal kami memiliki tim analis yang berpengalaman dan secara reguler melakukan pemantauan pada emiten yang ada dalam portofolio kami untuk memastikan kondisi emiten tetap sehat.

Baca :  Para Spekulan Sudah Mulai Melepas Dolar AS

Bagaimana filosofi pengelolaan portofolio Anda dan strategi apa yang Anda terapkan untuk mendapat alpha dalam kondisi pasar saat ini?

Kami memiliki filosofi pengelolaan portofolio secara aktif yang dilakukan berdasarkan riset fundamental. Filosofi ini memberi fleksibilitas untuk menyesuaikan posisi portofolio dengan kondisi pasar terkini sehingga mendapatkan risk-return tradeoff yang optimal.

Kami juga memanfaatkan jaringan global Manulife Investment Management untuk mendapat pandangan dari analis lokal terkait kondisi pasar dan sentimen investor global yang dapat mempengaruhi risk appetite pasar obligasi Indonesia.

Untuk saat ini kami masih memandang positif potensi pasar obligasi, didukung oleh beberapa faktor seperti tingkat imbal hasil riil obligasi Indonesia yang masih menarik, potensi arus dana asing yang kembali ke negara berkembang termasuk Indonesia, tingkat suku bunga yang tetap akomodatif, dan likuiditas di pasar finansial yang tinggi dapat memberi support untuk pasar obligasi.

Baca :  Pasar Obligasi dan Valas Indonesia Mengawali Tahun Dengan Posisi Kokoh

Posisi durasi portofolio overweight terhadap tolok ukur untuk menangkap alpha bagi portofolio.

Penulis adalah Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) di Jakarta