Pefindo: Penerbitan Surat Utang Korporasi di 2021 Bisa Sebesar Rp159 Triliun

ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan, nilai penerbitan surat utang korporasi di sepanjang 2021 sekitar Rp122 triliun-Rp159 triliun atau lebih besar dibanding proyeksi penerbitan di tahun ini yang sekitar Rp88,4 triliun-Rp106,7 triliun.

“Proyeksi penerbitan surat utang korporasi pada 2021 tersebut┬áseiring dengan jumlah surat utang yang jatuh tempo di tahun yang sama mencapai Rp121,9 triliun. Sehingga dimungkinkan ada refinancing dengan menerbitkan surat utang,” ujar Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra dalam acara Media Forum yang digelar secara virtual, Jakarta, Kamis (17/12).

Menurut Salyadi, pada awal tahun ini Pefindo sempat memperkirakan bahwa nilai penerbitan surat utang korporasi di 2020 mencapai Rp158,5 triliun.

“Namun, kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan Pefindo melakukan revisi proyeksi penerbitan surat utang korporasi 2020 di kisaran Rp88,4 triliun-Rp106,7 triliun,” katanya.

Baca :  Pefindo Upgrade Rating KIK-EBA Mandiri GIAA01 Jadi idBB dengan Prospek Negatif

Dia mengungkapkan, per 10 November 2020 Pefindo menerima mandat pemeringkatan terkait rencana penerbitan obligasi, sukuk, MTN, sekuritisasi dan surat berharga komersial mencapai Rp44,69 triliun.

Adapun dari jumlah tersebut didominasi oleh industri pembiayaan sebesar 14,54 persen, perbankan sebesar 10,52 persen dan pulp & paper 10,42 persen.

Sementara itu, jelas Salyadi, realisasi penerbitan surat utang korporasi hingga 15 Desember 2020 sebesar Rp94,6 triliun.

Jumlah pemerbitan terbesar pada tahun ini terjadi pada September, yakni mencapai Rp19,85 triliun.

Sedangkan, nilai penerbitan surat utang korporasi yang terendah pada April 2020, yakni hanya senilai Rp1,92 triliun