Petrus: Tangkap dan Tahan Rizieq Shihab Cs di Rutan

Petrus Salestinus, Koordinator TPDI dan Mantan Komisioner KPKPN

JAKARTA-Polda Metro Jaya menetapkan Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai tersangka kasus kerumunan massa yang terjadi di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 14 November 2020.

Selain Rizieq, lima lainnya yang ditetapkan tersangka yakni Ketua Panitia Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq berinisial HU, Sekretaris Panitia berinisial A, Penanggung Jawab Bidang Keamanan, berinisial MS, Penanggung Jawab Acara berinisial, SL dan Kepala Seksi Acara berinisial, HI.

Ketua Tim Task Force Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP), Petrus Selestinus meminta Polda Metro Jaya melakukan upaya paksa dengan menahan Rizieq Shihab Cs di Rutan Polda Metro Jaya.

Hal ini penting demi memperlancar penyidikikan terhadap seluruh Laporan Masyarakat termasuk penyidikan kasus dugaan melanggar pasal 160 dan 216 KUHP.

“Jadi, saya kira, Rizieq Cs ini harus dicekal guna menghindari melarikan diri ke luar negeri sekedar menghidar dari proses pidana yang tengah berlangsung,” ujar Petrus di Jakarta, Kamis (14/12).

Baca :  TPDI Ungkap Puluhan Dosa KPU Manggarai Barat

Selain kasus Kerumunan Massa yang melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan dan pasal-pasal KUHP, publik juga berharap agar 14 Laporan Polisi dari Maayarakat terhadap Rizieq Shihab yang sudah dinyatakan sebagai masuk dalam skala prioritas.

Artinya, penyidikannya dibuka berbarengan dengan kasus kerumunan yang melanggar UU Kekatantinaan Kesehatan.

Seperti diberitakan, penetapan status tersangka oleh Penyidik Polda Metro Jaya terhadap Rizieq Shihab Cs ubu pasca gelar perkara tentang Tindak Pidana Kekarantinaan Kesehatan dan Pelangaran pasal 160 dan 216 KUHP dalam kasus kerumunan pernikahan putri MRS beberapa minggu yang lalu.

Meski informasi ini merupakan khabar gembira bagi masyarakat banyak, akan tetapi belum menghapus rasa khawatir publik akan kemungkinan berujung dengan SP3 lagi.

Baca :  TPDI: Rizieq Shihab Terancam 4 Tahun Bui

Menurut Petrus, kekhawatiran akan kemungkinan dikeluarkan SP3 masih menjadi pergunjingan publik.

Pasalnya, pada tahun 2017 yang lalu ketika di hadapan Polri Rizieq Shihab sebagai Terlapor tidak kurang dari 14 Laporan Polisi, hanya 2 Laporan Polisi yang berhasil memberi status Tersangka kepada Rizieq Shihab yaitu kasus dugaan Penodaan Dasar Negara di Polda Jabar dan kasus Chat Mesum di Polda Metro Jaya.

Itu berakhir dengan SP3,” terangnya.

Saat ini ujar Petrus, publik menaruh harapan tinggi, agar Penyidik Polri bekerja membuktikan Profesionalisme dan Inedepndensinya.

Hal ini sangat penting agar hasil penyidikan tidak dimentahkan oleh petunjuk Jaksa Penutut Umum (JPU).

Atau karena sebab lain jerih lelah Penyidik dimentahkan hanya karena ada intervensi Politik, yang memaksa Penyidik mengubah pendirian, mengkhianati Profesionalisme dan Independensinya lalu kasus Rizieq Shihab di SP3.

Baca :  Petrus: Menag Fachrul Razi Jangan Berlagak Pilon

“Inilah yang tidak boleh terjadi lagi dalam kasus ini,” tuturnya.

Jangan Dikhianati

Muhammad Rizieq Shihab (MRS) Cs sudah menjadi Tersangka untuk tindak pidana dengan sangkaan melanggar pasal 160 dan pasal 216 KUHP diancam dengan pidana paling lama 6 (enam) tahun penjara.

Oleh karena MRS sudah dipanggil 2 kali berturut-turut dan mangkir, maka kemungkinan MRS akan dilakukan upaya paksa berupa panggilan ke 3 dan penjemputan paksa.

Karena itu dukungan dari masyarakat terhadap Polri sangat diperlukan lantaran akan menentukan sukses tidaknya upaya paksa yang hendak dilakukan dalam waktu dekat.

“Potensi penghalangan oleh massa pendukung MRS dengan mencoba merintangi agar MRS tidak dikenakan upaya paksa berupa penjemputan paksa, akan dicoba dilakukan demi menunda penyidikan dengan berbagai alasan, termasuk alasan kesehatan,” tegasnya.

.