ANTM Catat Volume Penjualan Emas Sebanyak 21,8 Ton

pada paruh pertama 2021 jumlah penjualan ANTA tercatat sebesar Rp17,28 triliun atau jauh lebih tinggi ketimbang penjualan di Semester I-2020 yang hanya senilai Rp9,24 triliun.
Ilustrasi

JAKARTA-PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan volume penjualan emas (unaudited) di 2020 sebanyak 21,8 ton, produksi dan penjualan nikel masing-masing sebesar 25.970 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan sebesar 26.163 TNi.

Laporan kinerja penjualan dan produksi tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan ANTM, Kunto Hendrapawoko di Jakarta, Kamis (21/1).

“Antam fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik. Kami mencatatkan volume penjualan emas sebesar 21.797 kilogram (700.789 t oz) pada 2020,” kata Kunto.

Dia mengungkapkan, sepanjang tahun lalu ANTM memproduksi bijih nikel (unaudited) mencapai 4,76 juta wet metric ton (wmt), dengan tingkat penjualan sebanyak 3,3 juta wmt.

Kinerja poduksi dan penjualan bauksit (unaudited) pada 2020 masing-masing sebanyak 1,55 juta wmt dan 1,23 juta wmt.

Kunto menyatakan, pertumbuhan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama ANTM yang solid tersebut menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga kesinambungan operasi produksi dan penjualan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang juga dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan secara tepat dan konsisten.

Baca :  Pemerintah Lakukan Public Launcing Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai

Lebih lanjut dia menyebutkan, selama Kuartal IV-2020 (Oktober-Desember 2020), ANTM mencatatkan produksi feronikel (unaudited) sebesar 6.837 TNi atau bertumbuh 7 persen dibandingkan dengan capaian selama Kuartal III-2020 yang sebesar 6.371 TNi.

Untuk kinerja penjualan feronikel pada Kuartal IV-2020, tercatat mencapai 6.639 TNi atau bertumbuh 2 persen dibandingkan dengan capaian di Kuartal III-2020.

Akumulasi capaian kinerja produksi dan penjualan feronikel unaudited ANTM di sepanjang 2020 tercatat masing-masing sebesar 25.970 TNi dan 26.163 TNi.

“Atas capaian tingkat produksi feronikel (unaudited) tersebut, Antam kembali mencatatkan capaian tertinggi kinerja produksi feronikel pada 2020,” ujar Kunto.

Seiring dengan bertumbuhnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas, menurut Kunto, Antam fokus memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik.

Baca :  IHSG Berpotensi Terkoreksi Minor, Koleksi Saham Pilihan Analis

Sepanjang Kuartal IV-2020, ANTM membukukan penjualan emas (unaudited) seberat 6,92 ton (222.515 t oz), sedangkan tingkat produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibahung sebanyak 388 kilogram (12 474 t oz).

Secara akumulatif, capaian kinerja (unaudited) produksi dan penjualan emas Antam di sepanjang 2020 tercatat masing-masing sebanyak 1.672 kg 153 756 t oz) dan 21.797 kg (700.789 t oz).

Sementara itu, untuk produksi bijih nikel di Kuartal IV-2020 tercatat produksi bijih nikel (unaudited) yang digunakan sebagai bahan baku pabrik feronikel Antam dan perjualan kepada pelanggan domestik mencapai 1,9 juta wrnt atau bertumbuh 28 persen dibandingkan capaian produks bijih nikel pada periode Kuartal III-2020 yang sebanyak 149 juta wmt.

Capaian penjualan (unaudited) bijih nikel di Kuartal IV-2020 tercatat sebanyak 2,09 juta wmt atau bertumbuh signifikan jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya 1,04 juta wmt.

Baca :  Kinerja ANTM Berbalik Raih Laba Bersih Rp1,16 Triliun

Sepanjang 2020, produksi bijih nikel (unaudited) ANTM mencapai 4,76 juta wmt, dengan tingkat penjualan mencapa 3,3 juta wmt.

Pada segmen bauksit, ANTM mencatatkan volume produksi bauksit di Kuartal IV-2020 yang digunakan untuk produksi alumina, serta penjualan kepada pelanggan sebanyak 255 ribu wmt dan tingkat penjualan bauksit di Kuartal IV-2020 mencapai 276 ribu wmt.

Sedangkan untuk sepanjang 2020, penjualan bauksit mencapai 1,23 juta wmt dan tingkat produksi bauksit mencapai 1,55 juta wmt.