Bayar Utang Jatuh Tempo, PPRO Pinjam Rp1,6 Triliun dari PTPP

Ilustrasi/photo dok bisnis

JAKARTA-PT PP Properti Tbk (PPRO) mengumumkan, perseroan memutuskan untuk melakukan pinjaman kepada PT PP (Persero) Tbk (PTPP) sebesar Rp1,6 triliun yang akan dimanfaatkan untuk membayar sebagian utang jatuh tempo.

Berdasarkan keterbukaan informasi PPRO terkait transaksi afiliasi yang dikutip di Jakarta, Senin (25/1), pinjaman kepada induk usaha sebesar Rp1,6 triliun tersebut memiliki tingkat bunga sebesar 9,5 persen, dengan tenor selama tiga tahun.

“Nilai transaksi ini adalah 35,25 persen dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan (audited) per 30 September 2020”.

Rencananya, dana pinjaman dari PTPP ini akan digunakan oleh PPRO untuk memenuhi sebagian dari kewajiban keuangan jatuh tempo.

Adapun utang jatuh tempo tersebut berupa utang dari lembaga perbankan, utang bunga dan medium term notes (MTN).

Baca :  PTPP Targetkan Tol Akses Bandara Kertajati Beroperasi November 2021

“Sehubungan dengan pandemi Covid-19 yang berdampak pada kebijakan pengetatan oleh perbankan dalam memberikan pendanaan, maka diperlukan pinjaman dari PTPP selaku pemegang saham untuk memenuhi sebagian dari kewajiban keuangan jatuh tempo,” demikian disebutkan dalam keterangan resmi PPRO.

Manajemen PP Properti juga menyampaikan bahwa kegiatan transaksi berupa pinjaman kepada induk usaha harus dilakukan oleh PPRO untuk mendukung sinergi bisnis PTPP Group.

Perlu diketahui, pada penutupan perdagangan di akhir pekan lalu (22/1) harga saham PPRO berada di level Rp91 atau lebih rendah dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 30 Desember 2020 di level Rp94 per lembar