Dana IPO Untuk Bayar Utang, Harga FAPA Tercatat Menguat 25%

PT FAP Agri Tbk

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal tahun ini, harga saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) langsung menyentuh titik autorejection atas atau menguat 25 persen ke level Rp2.300 per saham.

Harga saham FAPA bernilai nominal Rp1.000 per lembar yang ditawarkan Rp1.840 tersebut langsung melonjak ke posisi Rp2.300, meski selanjutnya menurun ke level Rp2.290 dan bergerak fluktuatif di rentang Rp2.200-Rp2.280.

Namun, harga FAPA kembali menguat di level Rp2.300, dengan volume transaksi sebanyak 30.348 lot, sehingga nilai transakai FAPA tercatat senilai Rp6,9 miliar.

Menurut Direktur Utama FAP Agri, Donny bisnis minyak kelapa sawit memiliki potensi yang besar, karena permintaan internasional yang terus meningkat. 

“Selain itu, karena tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibanding minyak nabati lain dan gencarnya kampanye penggunaan biofuel,” katanya di Jakarta, Senin (4/1).

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit ini menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Dengan pencatatan perdana saham ini, maka FAPA menjadi emiten pertama yang mencatatkan saham di BEI pada 2021.

FAP Agri melepas saham ke publik sebanyak 544.411.800 lembar atau setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dengan harga penawaran senilai Rp1.840 per saham, maka melalui IPO ini FAPA mampu meraup dana masyarakat sebesar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk membayar utang di bank.

FAP Agri yang mulai beroperasi pada 1994, saat ini memiliki kebun sawit seluas 110.000 hektare di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur dan Riau yang mencakup sembilan perusahaan, lima pabrik kelapa sawit (PKS), dengan total kapasitas sebanyak 200 ton per jam.

Selain itu, perseroan juga memiliki sebuah pabrik pengolahan kernel.