Dukungan PGAS Melemah, Fitch Turunkan Peringkat Saka Energi

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bersama dengan induk usahanya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) merupakan produsen makanan dalam kemasan yang terbesar di Indonesia
Ilustrasi

JAKARTA-Fitch Ratings memutuskan untuk menurunkan peringkat anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), yakni PT Saka Energi Indonesia menjadi B-, dengan prospek negatif pada Issuer Default Rating (IDR) jangka panjang.

“Penurunan peringkat tersebut mencerminkan ekspektasi kami terhadap melemahnya dukungan dari Perusahaan Gas Negara sebagi induk perusahaan Saka Energi. Saat ini PGN memiliki peringkat BBB-, dengan outlook stabil,” demikian disebutkan dalam laporan Fitch Ratings yang dikirim melalui surat elektronik, Jakarta, Selasa (19/1).

Fitch menyebutkan, dukungan PGAS yang melemah terhadap Saka Energi ditunjukkan oleh sikap induk usaha yang meminta agar Saka Energi segera membayar sebagian pinjaman kepada pemegang saham di bulan ini atau berlawanan dengan keputusan PGAS yang berencana memperpanjang jangka waktu pembayaran pinjaman itu.

Baca :  Indonesia Terancam Kehilangan Status Investment Grade

Sebelumnya, Fitch memperkirakan bahwa PGAS akan mendukung Saka Energi melalui perpanjangan batas waktu jatuh tempo pinjaman anak usaha yang memproduksi minyak dan gas bumi tersebut.

“Fitch meyakini, pembayaran sebagian pinjaman itu akan mengganggu fleksibilitas keuangan Saka Energi pada saat perusahaan menghadapi kemungkinan sanksi pajak dan tantangan operasi”.

Saat ini, Fitch menilai bahwa Saka Energi mendapatkan dukungan yang lebih lemah dari PGAS.

Dengan demikian, terdapat peringkat yang berbeda antara Saka Energi dan PGAS sebagai induk perusahaan.

“Outlook negatif mencerminkan risiko semakin melemahnya keterkaitan antara PGN dan Saka Energi, sehingga tampak tidak ada dukungan afirmatif dari PGN”.

Fitch beranggapan, posisi Saka Energi dalam struktur perusahaan minyak.dan gas milik negara masih belum memiliki kepastian, dan berkurangnya dukungan permodalan yang berkelanjutan dari PGAS akan meningkatkan ketidakpastian komitmen induk usaha terhadap Saka Energi.

Baca :  Privatisasi Pertamina Dalam Kubangan Utang

“Fitch menilai SCP (Standalone Credit Profile) Saka Energi di level ‘b-‘ mencerminkan bahwa terdapat kinerja operasional dan keuangan yang lebih lemah. Kami memperkirakan, Saka Energi masih membutuhkan dukungan PGN untuk membayar atau membiayai kembali surat utang berdenominasi dolar AS di 2024,” demikian disebutkan Fitch