IPO, Perusahaan Ternak Ayam Ini Siap Galang Dana Rp1,18 Triliun

PT Widodo Makmur Unggas Tbk

JAKARTA-Perusahaan di bidang peternakan ayam terintegrasi, PT Widodo Makmur Unggas Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) untuk menggalang penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp1,18 triliun.

“Kami optimistis dapat meraih kesuksesan IPO di tengah pandemi Covid-19,” kata Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas’adi dalam Due Dilligence Meeting dan Public Expose IPO Widodo Makmur Unggas di Jakarta, Rabu (6/1).

Dia menyebutkan, pada pelaksanaan IPO ini perseroan akan melepas saham ke publik sebanyak-banyaknya 5.923.076.900 lembar atau setara dengan 35 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Adapun harga penawaran untuk saham IPO ini sekitar Rp142-200 per lembar.

Ali merencanakan, sebesar 74,3 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi, seperti menambah dan memperluas sarana produksi yang berupa pembangunan fasilitas Breeding PS Farm di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca :  Jadi Emiten Terakhir di 2020, Harga WIFI Langsung Menguat 24,5%

Selain itu, pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm di Klaten, Jawa Tengah; fasilitas Hatchery di Sukabumi, Jawa Barat; fasilitas Broiler di Wonogiri; fasilitas Slaughterhouse di Cianjur dan fasilitas Feedmill di Ngawi, Jawa Timur.

Sementara itu, sisa dana IPO sebesar 25,7 persen untuk modal kerja perseroan, terutama untuk pembelian bahan baku pada feedmill dan ayam broiler komersial untuk slaughterhouse.

Pada aksi korporasi ini, manajemen perseroan menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi efek, yakni PT CIMB Niaga Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Samuel Sekuritas Indonesia.

Bersamaan dengan pelaksanaan IPO, Widodo Makmur Unggas juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai (ESA) sebanyak banyaknya 7,5 persen dari jumlah saham IPO.

Baca :  PGUN Tetapkan Kebijakan Dividen Maksimal 15% Dari Laba Bersih

Selain itu, perseroan juga memberikan opsi kepemilikan saham oleh manajemen (MSOP) sebanyak-banyaknya 1 persen dari portepel IPO.

Widodo Makmur Unggas sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Desember 2020, sehingga masa penawaran umum bisa dilaksanakan pada 7-13 Januari 2021.

Sedangkan, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan pada 29 Januari 2021.