Pefindo Downgrade Rating SSIA Jadi BBB+

ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memutuskan untuk menurunkan peringkat kemampuan membayar utang PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menjadi idBBB+ dari idA-, karena adanya pengaruh lanjutan dampak negatif akibat kondisi pandemi Covid-19, terutama pada segmen perhotelan.

Menurut analis Pefindo, Yogie Surya Perdana di Jakarta, Kamis (14/1), meski peringkat SSIA direvisi menjadi idBBB+, namun Pefindo memperbaiki outlook perseroan menjadi “stabil” dari sebelumnya berstatus “negatif”.

Peringkat idBBB+ dan prospek “stabil” tersebut juga berlaku untuk obligasi yang diterbitkan SSIA, yakni Obligasi Berkelanjutan I-2016.

“Tindakan ini dipicu oleh pengaruh lanjutan dari Covid-19, terutama terhadap segmen hotel SSIA. Meskipun pendapatan hotel SSIA pada Kuartal III-2020 bertumbuh 123 persen dibanding Kuartal II-2020, namun raihan di kuartal ketiga tersebut hanya mencerminkan 15 persen pendapatan hotel di Kuartal I-2020,” jelas Yogie.

Baca :  Pefindo Tetapkan Rating BRPT di Level idA dengan Outlook Negatif

Yogie meyakini, penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pulau Jawa dan Bali akan menghambat prospek pemulihan operasional hotel SSIA.

“Kerugian ekonomi yang disebabkan oleh pandemi juga mempengaruhi kawasan industri dan konstruksi SSIA, karena transaksi penjualan tanah dan raihan kontrak baru jauh lebih rendah dari yang kami perkirakan,” paparnya.

Akibatnya, lanjut dia, profil keuangan SSIA pada sembilan bulan pertama di 2020 mengalami penurunan ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dan, kemungkinan peningkatan profil keuangan SSIA akan sangat terbatas, mengingat tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai waktu berakhirnya kondisi pandemi Covid-19.

Namun, kata Yogie, sejauh ini SSIA terus menerapkan inisiatif biaya dan keputusan kebijakan keuangan yang signifikan, termasuk melakukan negosiasi ulang persyaratan dengan kreditornya, dalam upaya meminimalkan kerugian pendapatan.

Baca :  Meski Ekonomi Bergolak, Tak Satupun Emiten Restrukturisasi Surat Utang

Pefindo menyebutkan, obligor dengan peringkat idBBB memiliki kemampuan yang memadai untuk menyelesaikan kewajiban jangka panjang, dibandingkan dengan obligor Indonesia lainnya.

Sedangkan, tanda Tambah (+) pada peringkat SSIA menunjukkan rating yang relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan.

“Peringkat idBBB+ mencerminkan posisi pasar SSIA yang kuat di industri konstruksi swasta, aset hotel yang baik dan ekspektasi kami bahwa kinerja di segmen kawasan industri akan meningkat dalam jangka waktu menengah, sehingga akan memberikan peningkatan margin pada perusahaan,” ujar Yogie.

Tetapi, menurut Yogie, peringkat SSIA dibatasi oleh profil keuangan yang lemah, ketergantungan yang tinggi pada sumber dana eksternal dalam mengelola kebutuhan modal kerja untuk operasionalisasi hotel dan adanya sensitivitas bisnis properti maupun konstruksi terhadap perubahan ekonomi makro.

Baca :  Pefindo Koreksi Proyeksi Penerbitan Surat Utang Korporasi di 2020 Jadi Rp110,95 T

Dia menyebutkan, Pefindo bisa menaikkan peringkat SSIA, jika lingkungan operasi telah kembali normal dan prospek pemulihannya kuat.

Namun, peringkat akan diturunkan jika ada perubahan struktural di sektor hotel yang dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen akibat kondisi pandemi.

“Kami juga dapat menurunkan peringkat SSIA, jika terjadi pemburukan ekonomi akibat Covid-19 akan terus memberikan tekanan kepada segmen kawasan industri dan konstruksi.

Yang masing-masing ditunjukkan oleh penjualan pemasaran dan raihan kontrak baru yang lebih rendah dari harapan,” tutur Yogie.

Selain itu, Pefindo juga bisa menurunkan peringkat SSIA, jika perseroan diyakini akan menghadapi risiko likuiditas yang tinggi dan tidak memiliki kemampuan mempersiapkan dana secara tepat waktu untuk melunasi obligasi senilai Rp390 miliar yang jatuh tempo pada 21 September 2021.