Restrukturisasi Utang Rampung, BEI Cabut Suspensi Saham BBRM

PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk

JAKARTA-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk mencabut status penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) di seluruh pasar mulai Sesi I perdagangan hari ini.

“Bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan efek perseroan (BBRM) di seluruh pasar, mulai Sesi I perdagangan Jumat, 8 Januari 2021,” demikian disebutkan dalam pengumuman BEI yang dipublikasi di Jakarta, Kamis (7/1) malam.

Keputusan BEI untuk mencabut status suspensi saham BBRM tersebut, salah satunya mengacu pada Surat BBRM No. 01/0121 tertanggal 6 Januari 2021 perihal Laporan Informasi atau Fakta Material Realisasi/Progress Perbaikan Kondisi yang Menyebabkan Suspensi.

Pada surat BBRM yang ditandatangani Corporate Secretary, Tjhang Yandi menyebutkan bahwa perseroan telah melakukan finalisasi penyelesaian restrukturisasi dengan DBS Bank Ltd, United Overseas Bank Ltd (UOB), CIMB Bank Berhad dan Malayan Banking Berhad (Maybank).

Baca :  Utang Jatuh Tempo TKIM Berdenominasi Dolar Capai USD50,43 Juta

Sebelumnya, para kreditur itu meminta agar BBRM menyerahkan hak, kepemilikan dan kepentingan atas kapal-kapal BBRM yang dijaminkan kepada calon pembeli.

Jika penyerahan jaminan kepada pembeli itu sudah dilakukan, maka seluruh saldo fasilitas pinjaman dari bank tersebut akan diakui lunas.

Manajemen BBRM menyebutkan, progres penyerahan kapal adalah seluruh kapal tunda dan tongkang yang dijaminkan kepada DBS telah selesai diserahkan pada Desember 2020.

“Dengan ini, maka seluruh saldo fasilitas pinjaman ke DBS telah lunas.”

Pada Oktober dan November 2020, BBRM juga sudah menyelesaikan seluruh saldo fasilitas pinjaman kepada UOB, CIMB dan Maybank.

Sesuai dengan strategi bisnis untuk mempertahan eksistensi perseroan, maka BBRM akan mencari kapal-kapal pengganti.

Baca :  Dana Dari Pasar Modal Lebih Efektif Ketimbang Pinjaman Bank

“Dengan kondisi sekarang, dukungan dari perbankan masih dirasa sulit. Sehingga, dukungan dari pemegang saham menjadi opsi yang paling mungkin dan mudah untuk dilakukan.

Perseroan berencana melakukan PM-HMETD (rights issue),” demikian disebutkan manajemen BBRM.

Sebelum melakukan rights issue, tentunya BBRM terlebih dahulu akan melaksanakan reverse stock.

“Saat ini perseroan terus berkoordinasi dengan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kemungkinan pelaksanaan reverse stock dan PM-HMETD”