SJR: Indonesia Rebutan Vaksin Covid-19 Dengan Negara Maju

Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 ( RNA 98 ) Sayed Junaidi Rizaldi

JAKARTA-Ketua Umum Rembuk Nasional Aktifis 98 Sayed Junaidi Rizaldi mengingatkan akan adanya kondisi tak semua permintaan vaksin Covid-19 di seluruh dunia dapat dipenuhi.

Hal ini terjadi karena belum mulainya produksi massal dan belum banyak vaksin Covid-19 yang mendapat izin otoritas kesehatan

Karena itu, Indonesia harus waspada.

“Vaksin itu sekarang langka, karena vaksin Covid-19 jadi rebutan diseluruh dunia,” tegasnya di Jakarta, Rabu (12/1).

Saat ini jelasnya Vaksin Covid-19 menjadi rebutan di seluruh dunia. Jumlah penduduk dunia ada 7,8 miliar.

Jika WHO mensyaratkan 70% penduduk dunia divaksinasi maka akan ada 5,5 miliar orang yang harus divaksinasi.

“Jika per orang butuh 2 dosis vaksin, akan ada kebutuhan 11 miliar dosis vaksin. Padahal produksi dunia vaksin hanya 6,2 juta miliar dosis itu pun untuk produksi vaksin yang ada seperti TBC, Polio, dll,” tegas lulusan Pascasarjana UI ini .

Baca :  Sayed Junaidi: Profesionalitas Nico Afinta Tidak Perlu Diragukan

Menurutnya, untuk seluruh dunia diperlukan 3-3,5 tahun untuk selesai vaksinasi.

Dan setiap harinya di dunia yang meninggalnya bisa hampir 10 ribu per hari.

“Jadi bisa dibayangkan kalau harus menunggu 3 tahun berapa banyak orang yang harus mati sebelum vaksin ini ada,” tuturnya.

Indonesia saat ini sedang rebutan dengan negara-negara besar untuk mengamankan ketersediaan vaksin. Kanada sudah berhasil mengamankan vaksin sebesar 4 hingga 5 kali populasinya, Amerika 3 kali, dan Inggris 2 kali populasi.

Indonesia sendiri baru bisa mengamankan 329 juta dosis; 125 jt Sinovac, 50 jt Novavak (Amrik), 50 jt AstraZeneca (Inggris), 50 jt Pfizer (Amrik), 54 jt Covax/Gavi (WHO) dari kebutuhan 362 juta dosis.

Baca :  Sayed Junaidi: Prestasi Jokowi adalah Inspirasi Bangsa

“Jadi Indonesia masih dalam pusaran perebutan vaksin yang sengit melawan negara-negara maju,” ujarnya.

Penduduk Indonesia ada 269 juta, yang usianya diatas 18 tahun ada 188 juta. Kalau dikurangi ibu hamil dan orang dengan komorbid berat atau sudah pernah terpapar covid, ada sekitar 181 juta orang yang layak mendapatkan Vaksin.

“Jika per orang butuh 2 dosis maka Indonesia perlu minimal 362 juta dosis,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan vaksin Covid-19 diperlukan sekali untuk cegah kematian yang disebabkan covid 19.

Vaksin ini juga merupakan salah satu opsi untuk menyelesaikan pandemi ini.

Namun Indonesia saat ini berhadapan dengan negara – negara lain untuk mengamankan pasokan vaksin.

Baca :  SJR: Inisiator KAMI Kebanyakan Orang Gagal

“Jadi jangan kita bertelingkah soal menolak vaksin atau tidak,” ujar Pakcik sapaan akrabnya sambil menutup pembicaraan.