Vaksinasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Ilustrasi

JAKARTA-Dalam laporan Bank DBS Indonesia berjudul “Regional Equity Outlook 2021: Taming Covid-19” yang dirilis pada Desember 2020 lalu, diperkirakan hanya 38 persen populasi global yang akan mendapatkan vaksin pada akhir tahun 2021.

Hingga 2022, populasi global diprediksi akan mencapai kekebalan kelompok setelah sekitar 70 persen penduduk divaksinasi.

Sementara itu, di Indonesia sendiri Presiden Joko Widodo telah menerima suntikan dosis perdana vaksin Covid-19, Sinovac pada Rabu lalu (13/01/2021).

Penyuntikan vaksin terhadap orang nomor satu di Indonesia tersebut, menandakan program vaksinasi terhadap masyarakat luas telah dimulai.
“Mengingat besarnya populasi dunia dan keterbatasan kapasitas produksi, tantangan logistik, distribusi, dan administrasi vaksin, proses vaksinasi akan membutuhkan waktu,” ujar Kee Yan Yeo, tim analis DBS.

Baca :  Investasi Manufaktur Kian Moncer, Kuartal I-2020 Naik 44%

Oleh karena itu, seperti disampaikan Bank Indonesia, vaksinasi saja tak cukup. Kombinasi ketaatan pada protokol kesehatan (jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker) tetap diperlukan dengan vaksinasi sebagai prasyarat bagi pemulihan ekonomi.

Pada awalnya, beberapa vaksin tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Sekitar 75 juta penduduk Indonesia diharapkan membayar sendiri vaksin Covid-19.

Alasannya, anggaran Pemerintah sangat terbatas, hanya mampu memberikan vaksin gratis kepada 104 juta penduduk penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan.

“Setelah menerima banyak masukan dari masyarakat dan kalkulasi ulang, hitung ulang mengenai keuangan negara, saya sampaikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat gratis,” ujar Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Baca :  Pasca Pandemi, Seberapa Siap Indonesia Pulihkan Ekonomi?

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan bahwa tahap pertama vaksin akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lain.

Pemerintah juga menargetkan setidaknya 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa yang harus diberi vaksin. Program vaksinasi Covid-19 secara gratis ini, menurut Presiden, menjadi kunci pemulihan ekonomi tahun ini.

Pandemi yang telah berjalan hampir satu tahun ini telah menyebabkan pelemahan ekonomi secara global.

Negara maju, negara miskin, negara besar maupun negara kecil, terkena dampaknya tanpa kecuali.

Ekonomi Global
Dalam laporannya, World Economic Outlook 2020: A Long and Difficult Ascent, Dana Moneter Internasional (IMF) meramal perekonomian global akan jatuh hingga minus 4,4 persen pada tahun ini.

Baca :  Bank DBS dan Manulife Indonesia Luncurkan Produk Asuransi dan Investasi MiFA

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) memberikan ramalan tak jauh beda: minus 4,2 persen.