YLKI: Tingkat Pengaduan Konsumen di Masa Pandemi Mengalami Peningkatan

Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi

JAKARTA-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai, perubahan perilaku konsumen selama masa pandemi Covid-19 telah menyisakan berbagai tantangan bagi pemerintah dan pelaku usaha, terkait peningkatan jumlah pengaduan konsumen di sektor jasa keuangan, e-commerce maupun telekomunikasi.

Hal tersebut disampaikan Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi dalam keterangan resmi acara “11th Kompas100 CEO Forum yang dikutip di Jakarta, Senin (18/1).

Menurut Tulus, terdapat empat jenis pengaduan terbesar di sepanjang 2020, yakni pengaduan terkait jasa keuangan, e-commerce, telekomunikasi dan tarif listrik.

“Berbagai pengaduan tidak hanya tentang kemampuan perusahaan dalam menyediakan pelayanan berkualitas, tetapi juga tentang literasi digital dan IKK (Indeks Keberdayaan Konsumen) yang masih rendah. Sehingga, nilai atau manfaat yang disampaikan perusahaan tidak dapat diterima secara baik oleh konsumen,” papar Tulus.

Baca :  Wapres Terima Suntikan Dosis Pertama Vaksin COVID-19 Produksi Sinovac

Dia mengatakan, pengembangan infrastruktur digital dan pemberdayaan sumber daya manusia untuk meningkatkan literasi digital dan IKK harus dioptimalkan.

“Berbagai perubahan perilaku konsumen telah memberikan tantangan besar bagi pemerintah dan perusahaan,” ucap Tulus.

Sementara itu, Direktur Consumer Service PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) FM Venusiana R mengaku, Telkom akan berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas jaringan internet di Indonesia, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Karena, lanjut dia, hal ini tidak terlepas dari berbagai perubahan perilaku konsumen yang berubah drastis dalam mengadopsi teknologi digital dalam aktivitas sosial, ekonomi dan pendidikan.

“Telkom Indonesia secara cepat beradaptasi terhadap berbagai perubahan perilaku konsumen yang saat ini sangat bergantung terhadap akses internet. Kami berkomitmen untuk mendukung masyarakat agar tetap produktif di masa pandemi,” kata Venusiana.

Baca :  Liabilitas IRRA di 2020 Melambung Jadi Rp292,94 Miliar