ADHI Lakukan Financial Close Proyek Jalimtim Sumatera di Palembang

Ilustrasi

JAKARTA-PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaporkan bahwa PT Jalintim Adhi Abipraya (JAA) telah melakukan penyelesaian pembiayaan (financial close) atas proyek pembangunan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan sepanjang 29,87 kilometer.

Keterangan ADHI tersebut dipublikasikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (24/2) malam.

JAA melakukan financial close di Kantor Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta pada 22 Februari 2021.

Manajemen ADHI menyebutkan bahwa proyek Jalintim Sumatera di Palembang sepanjang 29,87 kilometer yang terbagi menjadi enam ruas.

Jalintim Sumatera di Palembang memiliki jangka waktu konsesi selama 15 tahun, yang terdiri dari masa konstruksi selama 3 tahun sejak 2021 dan selama 12 tahun masa pembayaran dari pemerintah sejak 2024.

Baca :  IIMS 2021 Digelar, BSI Gencarkan Pembiayaan Oto

Adapun skema pembayaran dari Kementerian PUPR kepada JAA menggunakan skema availability payment (AP) yang juga merupakan skema AP pertama diterapkan di Indonesia.

Skema AP merupakan pembayaran langsung dari pemerintah kepada BUP KPBU dalam hal pengadaan infrastruktur.

Guna dapat menyelaraskan pola pembiayaan Jalintim Sumatera di Palembanh ini, manajemen ADHI memutuskan untuk berkolaborasi dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang menghasilkan skema Ijarah Muntahiya Bittamlik (IMBT).

Skema ini disebut sebagai skema yang lebih meringankan beban leverage ADHI, dibandingkan pola pembiayaan konvensional.

Jika memperhatikan postur ekuitas ADHI, maka dimungkinkan bahwa perseroan akan secara terus-menerus mencari peluang skema pembiayaan yang tidak memberatkan leverage dalam kerjasama perbankan maupun pihak terkait lain.

Baca :  BSI Raih Penghargaan Inovasi Produk dan Layanan Syariah

Selain melakukan financial close, ADHI juga menyampaikan bahwa perseroan telah memenangkan tender Proyek Preservasi Jalan Lintas Non-Tol yang kedua di Provinsi Riau.

Proyek Sumatera di Riau sepanjang 43 kilometer, dengan nilai investasi proyek senilai Rp525 miliar.