Dorong Ekspor, TPIA Terima Pinjaman USD60 Juta dari Bank DBS

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

JAKARTA-PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mengumumkan, perseroan telah menerima pinjaman perdagangan terstruktur sebesar USD60 juta dari Bank DBS, sehingga fasilitas ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekspor produk petrokimia.

Penerimaan fasilitas structured trade finance (STF) oleh TPIA tersebut dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/2). TPIA meyakini, fasilitas dari Bank DBS senilai USD60 juta tersebut akan mendukung strategi perseroan dalam memperluas dan membuka peluang ekspor produk petrokimia.

Menurut Head of Institutional Banking Bank DBS, Tan Su Shan, pemberian fasilitas STF akan menjadi solusi pembiayaan perdagangan yang terstruktur secara unik dan bisa memberi kemampuan bagi TPIA untuk mencapai skala dan diversifikasi akses ke pembiayaan kompetitif.

Baca :  Presiden: Jangan Sampai Tanah Hanya Dikuasai Sekelompok Kecil Orang

“Kami berharap dapat terus bekerja dengan TPIA dan membantu lebih banyak perusahaan dari Indonesia untuk berkembang dan bertumbuh secara internasional,” kata Tan di Singapura.

Sebagaimana diketahui, TPIA merupakan produsen petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, serta mengoperasikan satu-satunya Naphtha Cracker yang memproduksi olefins (ethylene dan propylene), pygas dan Mixed C4 maupun polyolefins (polyethylene dan polypropylene).

Belum lama ini, Chandra Asri telah menyelesaikan pembangunan pabrik Butene 1 dan Methyl Tert-Butyl Ether (MTBE) yang pertama di Indonesia pada 2020 secara tepat waktu di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Pembangunan pabrik ini sejalan dengan rencana TPIA untuk mengintegrasikan secara vertikal, mendukung konsumsi domestik dan meningkatkan penjualan ekspor monomer dan polimer.

Baca :  Pemda Tak Cegah Covid-19, Kemenkeu Potong DAU