ISAT Lapor ke OJK Terkait Rencana Penjualan 4.000 Menara

Ilustrasi

JAKARTA-Manajemen PT Indosat Tbk (ISAT) menyebutkan, saat ini perseroan sedang dalam fase penjajakan untuk menjual 4.000 menara yang diharapkan dana hasil penjualan tower tersebut bisa memperkuat anggaran belanja operasional.

Berdasarkan publikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (17/2) malam, keterbukaan informasi ISAT menyebutkan bahwa perseroan telah melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait rencana penjualan 4.000 menara.

“PT Indosat Tbk akan menjajaki penjualan sebanyak kurang lebih 4.000 menara milik perseroan,” demikian disebutkan dalam keterangan resmi ISAT kepada OJK yang ditandatangani oleh Chief Legal & Regulatory Officer Indosat, Natasha Nababan di Jakarta, Rabu (17/2).

Dia menyebutkan, sejauh ini ISAT masih berada pada tahap penjajakan untuk menjual menara.

Baca :  OJK Klaim Profil Risiko Industri Jasa Keuangan Tetap Terkendali

“Namun apabila transaksi terjadi, maka transaksi tersebut dapat menjadi transaksi material di bawah Peraturan OJK (POJK) yang berlaku,” ucap Natasha.

Menurut Natasha dalam laporan ISAT, rencana transaksi penjualan tower itu tidak memiliki dampak yang material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha ISAT pada saat ini.

“Dapat kami yakinkan bahwa begitu informasi material lebih lanjut sehubungan dengan kemungkinan transaksi tersebut ada, maka hal tersebut akan kami sampaikan ke pihak yang berwenang,” tutur Natasha.

Sebagaimana diketahui, pada 2019 ISAT menjual menara kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebanyak 2.100 tower dan sebanyak 1.000 tower dijual kepada PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Baca :  OJK-IFC Sepakat Teruskan Kerjasama Pengembangan Program Keuangan Berkelanjutan

Total penjualan sebanyak 3.100 menara tersebut bernilai transaksi mencapai Rp6,39 triliun.