KOPITU Bersama BPOM Resmikan Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan

Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo

JAKARTA-Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KOPITU) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meresmikan Aplikasi Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan yang merupakan fitur berbasis laman web yang dapat diakses pelaku usaha untuk mendaftarkan produk makanan serta minumannya di Jakarta, Selasa (9/2).

Hal ini bertujuan untuk membantu percepatan perizinan di bidang pangan.

Peluncuran ini diadakan secara Daring dan Luring dengan sangat meriah.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BPOM, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP beserta jajaranya, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Dra. Rita Endang., Apt., M.Kes beserta jajaranya, Ketua Umum KOPITU, Yoyok Pitoyo beserta segenap Tim, para pelaku usaha pangan olahan skala kecil hingga industri dan berbagai kalangan pemangku kepentingan terkait.

Baca :  Tingkatkan Ekonomi Nasional, KOPITU Dukung Program Gratieks Kementan

Penny mengatakan, BPOM merupakan sentral dari percepatan perizinan, yang terkait dengan pengawasan dan perizinan obat dan makanan, dalam hal ini adalah pangan.

Mengutip laman resminya, Aplikasi Rumah Informasi Registrasi Pangan Olahan merupakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses oleh pelaku usaha melalui situs registrasipangan.pom.go.id/rumahRPO/

Aplikasi ini dilengkapi menu simulasi dalam melakukan registrasi pangan olahan, sebagai tutorial bagi pengguna aplikasi secara mandiri

Menurut Penny, pangan aman dan bernutrisi adalah sesuatu yang harus dijaga bersama-sama.

“Hal ini karena pangan merupakan “salah satu produk yang terkait dengan aspek pencegahan dari infeksi dengan meningkatkan daya tubuh kita,” tuturnya.

Program RPO ini lanjut Penny merupakan solusi baru bagi para pelaku usaha pangan olahan untuk menambah kemudahan dalam kepengurusan izin dan sertifikasi.

Baca :  Masuknya Kuliner Asing Mengancam UMKM Sektor Kuliner di Indonesia

“Tentunya yang sangat kita harapkan, UMKM Indonesia dapat benar-benar mendapat kemudahan dengan adanya program baru ini, apalagi dengan adanya KOPITU sebagai pihak yang selalu siap melakukan pendampingan, ya Pak Yoyok” ungkap Penny.

Dalam pelaksanaanya, UMKM akan memperoleh kemudahan tersendiri baik secara prosedural maupun tarif.

“Hal semacam ini lah yang sebenarnya kita sangat nantikan, terutama bagi pelaku UMKM yang merasa keberatan dengan sistem konvensional. Dengan adanya sistem RPO ini, kita akan makin gencarkan Bimtek bagi pelaku UMKM agar kesempatan dan momentum ini dapat segera dimanfaatkan oleh UMKM kita,” tuturnya.

“Harapan kita ke depan, dengan adanya kemudahan ini juga akan semakin encourage mereka untuk segera Go Global melalui ekspor,” ungkap Yoyok.

Baca :  Inovasi Produk Dalam Negeri Tekan Ketergantungan Terhadap Produk Impor

Menurut Yoyok, tanggung jawab KOPITU sangat besar bagi para UMKM binaan untuk segera disosialisasikan secara meluas dan optimal.

“Ditunggu aja, kita pasti akan segera bergerak dan seperti biasa kita juga akan bikin gebrakan-gebrakan revolusioner, Salam KOPITU!” pungkas Yoyok.