Liabilitas IRRA di 2020 Melambung Jadi Rp292,94 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA-PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) Per 31 Desember 2020 mencatatkan jumlah liabilitas mencapai Rp292,94 miliar, padahal per akhir Desember 2019 jumlahnya hanya senilai Rp90,26 miliar.

Namun, sepanjang tahun lalu IRRA mampu mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp62,52 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan IRRA untuk periode berjalan berakhir 31 Desember 2020 yang dikutip di Jakarta, Senin (22/2), perseroan berhasil meraih kenaikan laba setelah pajak sebesar Rp62,52 miliar dibanding perolehan di 2019 yang senilai Rp33,21 miliar.

Peningkatan laba bersih IRRA tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan usaha yang mencapai Rp563,89 miliar dari Rp281,75 miliar pada 2019.

Tetapi di sepanjang tahun lalu perseroan mengalami kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp443,47 miliar dibanding pada 2019 sebesar Rp222,16 miliar.

Baca :  Kualitas Pendidikan Bikin Daya Saing Indonesia Anjlok

Dengan demikian, laba kotor IRRA pada 2020 tercatat sebesar Rp120,42 miliar atau lebih besar dibanding laba kotor di 2019 yang senilai Rp59,59 miliar.

Setelah dikurangi beban operasional sebesar Rp42,22 miliar, maka laba operasi IRRA di sepanjang 2020 tercatat Rp78,2 miliar atau lebih tinggi dibanding setahun sebelumnya senilai Rp43,4 miliar.

Hingga akhir 2020, IRRA mengalami kenaikan jumlah liabilitas menjadi Rp292,94 miliar dari posisi per akhir 2019 senilai Rp90,26 miliar.

Adapun jumlah kewajiban keuangan jangka pendek IRRA per 31 Desember 2020 tercatat sebesar Rp291,34 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp1,6 miliar.

Menurut Direktur IRRA, Pratoto Satno Raharjo dalam keterangan resmi perseroan, kenaikan liabilitas tersebut disebabkan oleh pembelian produk yang besar di akhir tahun lalu, sehingga nilai utang dagang menjadi besar karena belum jatuh tempo.

Baca :  Teten: Berantas Rentenir Berkedok Koperasi Simpan Pinjam

Sementara itu, jumlah ekuitas IRRA per 31 Desember 2020 tercatat Rp242,33 miliar atau lebih besar dibanding per 31 Desember 2019 yang senilai Rp235,17 miliar.

Sehingga, total aset perseroan per akhir 2020 tercatat sebesar Rp535,27 miliar atau lebih tinggi dibanding posisi per akhir 2019 yang senilai Rp325,43 miliar.