Melantai di BEI, Saham WMUU Bergerak Fluktuatif di Teritori Positif

Penghentian sementara perdagangan saham TIRA terbatas pada upaya untuk melakukan cooling down
ILustrasi

JAKARTA-Saat memulai transaksi perdana pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini (2/2), harga saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) yang dicatat di Papan Utama bergerak fluktuatif di zona hijau, bahkan di awal transaksi harga saham mampu menyentuh level Rp238 atau menguat sebesar 32,2 persen.

Pada pembukaan perdagangan Sesi I ini, saham WMUU yang ditawarkan senilai Rp180 per lembar langsung menguat ke level Rp200 dan berlanjut ke posisi Rp230 atau menguat 27,8 persen dengan volumen transaksi sebanyak 2,1 juta lot.

Sehingga, nilai transaksi di awal perdagangan mencapai Rp44 miliar.

Pada pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO), WMUU memutuskan untuk menurunkan total saham yang dilepas ke publik.

Baca :  Penawaran Umum Perdana Saham PT Bank Nationalnobu Tbk

Sebelumnya, perseroan menawarkan saham kepada masyarakat sebanyak 5.923.076.900 lembar atau setara dengan 35 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Menurut Direktur Utama WMUU, Ali Mas’adi, pihaknya menurunkan saham yang dilepas ke publik (free float) menjadi 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Emiten ke-6 yang mencatatkan saham di BEI pada 2021 ini berhasil mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) saham sebanyak 4 kali pada saat pelaksanaan penawaran umum.

Sebelumnya, Ali mengungkapkan, sebesar 74,3 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi, seperti menambah dan memperluas sarana produksi.

Sedangkan sisanya sebesar 25,7 persen untuk modal kerja perseroan, terutama untuk pembelian bahan baku pada feedmill dan ayam broiler komersial untuk slaughterhouse.

Baca :  Siap Melantai di BEI, PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk Lepas 807 Juta Saham

“Langkah IPO ini menjadi pintu gerbang menuju pasar yang lebih dinamis. Kendati kondisi pasar saham masih menantang di tengah kondisi pandemi Covid-19,” ucap Ali di Jakarta, Selasa (2/2).

Dia menyebutkan, proporsi investor yang menyerap saham WMUU saat penawaran umum adalah investor institusi sebanyak 69,5 persen dan ritel 30,5 persen.

Lebih lanjut Ali mengatakan, WMUU sebagai emiten yang bergerak di sektor perunggasan (poultry) juga berencana menerbitkan obligasi korporasi di pengujung tahun ini, sejalan dengan konsentrasi perseroan untuk melebarkan sayap bisnis di 2022.

Pada 2021, kata Ali, WMUU mengalokasikan dana investasi sebesar Rp1,5 triliun untuk menambah kapasitas produksi ayam broiler sebanyak 6,4 juta ekor melalui dua tahap.

Baca :  Niat IPO 3 Tahun Lagi, Tokoplas Siap Terapkan One-Stop Shopping di Industri Plastik

Pada tahun ini, perseroan juga berencana menaikkan kapasitas pemotongan unggas di rumah potong hewan menjadi 25.500 ekor per jam.

Dengan demikian, Ali memperkirakan bahwa penjualan WMUU di 2021 akan bertumbuh sebesar 436 persen dan laba bersih akan meningkat 259 persen dibanding raihan di 2020.

“WMU pun fokus pada pengembangan produksi karkas, apalagi di sepanjang semester pertama tahun lalu produksinya berumbuh 22 persen menjadi 16.000 ton,” ucapnya