OJK Minta Bank Percepat Penyaluran Kredit Guna Kejar Pertumbuhan di Atas 7%

Ketua OJK, Wimboh Santoso

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit di Kuartal I-2021, sehingga sampai akhir tahun ini pertumbuhan kredit perbankan bisa sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) sebesar 7,13 persen (year-on-year).

Pada acara bertajuk “Dorong Pertumbuhan Kredit, OJK Gelar Pertemuan dengan Perbankan”, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso meminta kepada lembaga perbankan untuk mempercepat penyaluran kredit di kuartal pertama tahun ini dalam upaya melanjutkan tren pertumbuhan yang mulai membaik pada Kuartal IV-2020.

“Pertumbuhan kredit di RBB (2021) sebesar 7,13 persen. Kami memberikan arahan ke masyarakat menjadi sekitar 7,5 persen plus minus 1 persen. Itu jadi acuan kita bersama dan kami akan sering bertemu membahas rencana bisnis ini. Kami bersama pemerintah terus mengkaji kebijakan apa lagi yang bisa dilakukan,” kata Wimboh di Jakarta, Rabu (17/2).

Baca :  Waspadai Perang AS-Iran Terhadap Ekonomi Indonesia

Dia mengatakan, percepatan penyaluran kredit itu terutama menyasar kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan sektor konsumsi atau sejalan dengan upaya mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19.

“Kami harus fokus. UMKM jadi prioritas, karena sektor itu bisa didorong dalam jangka pendek, khususnya di daerah,” imbuhnya.

Wimboh mengaku, OJK juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor otomotif dengan penurunan PPNBM kendaraan bermotor melalui berbagai ketentuan yang bisa dikeluarkan OJK, seperti penurunan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) dan penetapan uang muka kredit kendaraan bermotor.

Dia menambahkan, pemulihan sektor UMKM sejalan dengan upaya pemerintah yang sudah memberikan kebijakan stimulus, seperti memberikan subsidi bunga dan penjaminan kredit bagi UMKM.

Baca :  Jokowi: Budaya Batak Sejalan Dengan Nilai Islam ‘Rahmatan Lil Alamin”

Selain kebijakan restrukturisasi kredit yang sudah diperpanjang, kata Wimboh, OJK juga akan menyesuaikan kebijakan di sektor kendaraan bermotor dan properti.

“Kami dorong sektor konsumsi, agar permintaan masyarakat meningkat. Sehingga, bisa mendorong industri manufaktur untuk bangkit sambil menunggu aktivitas sosial masyarakat kembali normal,” ucap Wimboh.

Lebih lanjut mengaku, OJK akan mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi perhatian para bankir, seperti penyediaan platform marketplace, pemanfaatan usance letter of credit (L/C), berbagai insentif untuk menggairahkan sektor properti dan peningkatan peran perbankan swasta pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Selain itu, Wimboh berjanji bahwa OJK juga akan melakukan komunikasi dengan pemerintah terkait relaksasi beberapa ketentuan, serta kemungkinan keringanan pajak dalam kurun waktu sementara.

Baca :  Said Abdullah, Sosok Lintas Batas