Perkuat Modal Kerja, TOWR Utang Rp500 Miliar ke BNII

Ilustrasi

JAKARTA- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memutuskan untuk melakukan kredit pinjaman bergulir kepada PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) sebesar Rp500 miliar yang akan digunakan sebagai modal kerja maupun pemenuhan kebutuhan keuangan anak usaha.

Berdasarkan keterbukaan Informasi TOWR yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (23/2) malam, pada 19 Februari 2021 anak usaha TOWR, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), PT Iforte Solusi Infotek dan BNII telah meneken perjanjian kredit pinjaman bergulir senilai Rp500 miliar.

Perlu diketahui bahwa kepemilikan TOWR di Protelindo mencapai 99,99 persen, sedangkan Protelindo memiliki 99,99 persen saham di Iforte. Dengan demikian, TOWR memutuskan skema pembayaran yang bersifat tanggung renteng pada perjanjian kredit yang akan jatuh tempo pada 19 Januari 2022 tersebut.

Baca :  IHSG Berpotensi Terkoreksi Minor, Koleksi Saham Pilihan Analis

Menurut keterangan resmi TOWR yang ditandatangani Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara, Irfan Ghazali, tujuan dari pelaksanaan pinjaman kepada BNII tersebut untuk mendukung kebutuhan modal kerja perseroan dan/atau memenuhi tujuan umum Protelindo dan Iforte.

“Pertimbangan bahwa transaksi dalam perjanjian tersebut menggunakan konsep tanggung renteng, dikarenakan Protelindo sebagai pemegang saham dari Iforte dapat bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kewajiban dari Iforte dalam kapasitasnya sebagai anak perusahaan maupun sebagai debitur,” ujar Irfan.

Dengan demikian, kata Irfan, pinjaman dari BNII tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh Iforte.

“Pemberian pinjaman dengan konsep ini diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha Iforte dan Protelindo, serta secara konsolidasi akan berdampak positif terhadap TOWR,” katanya.

Baca :  IHSG Berpotensi Terkoreksi Minor, Koleksi Saham Pilihan Analis