Selamat Datang Pemimpin Baru, Aktor Perubahan Manggarai

Matias Mboi, Anggota Pokja Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo-Flores Kemenko Maritim dan Investasi Diaspora Manggarai Jakarta

Oleh: Matias Mboi

Tulisan ini adalah secuil catatan menjelang pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai 2021 – 2024.

Judul diatas dapat diterjemahkan dalam dua hal, yakni selamat datang kepada pemimpin baru karena Pemimpin (Bupati/Wakil Bupati) teripilih kali ini adalah pendatang baru bukan incumbent yang melanjutkan kepemimpinan sebelumnya.

Sedangkan pemimpin “perubahan” adalah pemimpin yang membawa harapan baru dari keadaan yang sudah ada sekarang menuju perubahan hidup yang lebih baik sesuai dengan tantangan, harapan dan kebutuhan masyarakat Manggarai saat ini.

Selain sebagai jargon kampanye yang telah merasuki sebagian besar masyarakat Manggarai sebagai pemilih, hakekatnya perubahan itu adalah mengenai orang, mengenai gaya dan mengenai cara dalam memimpin Manggarai hari ini dan kedepan.

Ketika kita memahami perubahan itu mengenai “ORANG” maka sudah terwujud dengan lahirnya pemimpin baru yaitu Herry Nabit dan Herry Ngabut yang telah menggantikan kepemimpinan Manggarai sebelumnya Deno Kamelus dan Viktor Madur.

Sedangkan mengenai “GAYA” tentu akan sangat jelas terlihat pada gesture personal dari pemimpin itu sendiri.

Gaya Deno Kamelus dan Viktor Madur tentu akan berbeda dengan gaya Herry Nabit dan Heri Ngabut. Sementara soal “CARA” memimpin adalah bagaimana pemimpin sekarang (baca Herry Nabit dan Heri Ngabut) meletakan dasar kepemimpinannya pada sasaran dan target kepemimpinannya yang jelas, lebih terencana, sistimatis dan terukur dalam memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Manggarai.
Sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Baca :  Pemkab Mabar Perlu Berlakukan Biaya Masuk Untuk Wisatawan

Tantangan yang dihadapi pemimpin Manggarai saat ini adalah bagaimana pemimpin itu selalu hadir dan menjadi sumber harapan bagi masyarakatnya.

Pemimpin tidak lagi berlaku sebagai penguasa yang mempraktekan kepemimpinannya sebagai sebuah kelompok elitis ditengah berbagai persoalan hidup masyarakat tetapi bagaimana jabatan itu diejawantakan sebagai sebuah TANGGUNGJAWAB PELAYANAN yang mampu memberikan harapan besar bagi masyarakat untuk bisa hidup lebih baik lagi dari sebelumnya.

Arus besar perubahan itu telah dikapitalisasi melalui sebuah perjuangan bersama dalam menentukan pemimpin di Manggarai saat ini.

Herry Nabit dan Herry Ngabut adalah symbol dari perubahan itu, bukan satu-satunya penentu perubahan tersebut.

Herry Nabit dan Heri Ngabut diangkat sebagai pemimpin yang diyakini mampu berdiri paling depan dalam merintis cara-cara baru dalam mengentaskan persoalan kekinian masyarakat Manggarai.

Keinginan dan harapan tersebut pasti akan sangat mudah diwujudkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Manggarai saat ini karena didukung oleh gerbong perubahan itu sendiri yakni sebagian besar masyarakat Manggarai yang telah menjadi pemilih.

Dalam barisan perubahan itu ada berbagai macam gerakan seperti Laskar 88 yang mewakili kelompok usia muda, Weta-Weta De Herry yang mewakili gerbong perempuan, dan masih banyak lagi aliansi kelompok masyarakat yang tergabung dalam satu semangat perubahan bersama tersebut.

Semua kelompok tersebut akan menjadi garda terdepan sebagai pelopor perubahan atau agent of change yang akan membawa perubahan menuju Manggarai yang maju, adil dan berdaya saing.

Membaca dan memahami persoalan Manggarai saat ini, titik berat masalah yang dihadapi masih berkutat seputar kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan raya, listrik, air minum, pelayanan kesehatan serta lapangan pekerjaan.

Baca :  Menko Luhut: Percepat Pembangunan KSPN Labuan Bajo  

Untuk itu, pemimpin baru Manggarai tentu harus memiliki pendekatan dan cara tersendiri dalam mengatasi persoalan tersebut.

Pemetaan masalah yang baik serta menentukan skala prioritas dalam pembangunan, menjadi sebuah keharusan dalam membuat keputusan.

Selain itu membuka ruang komunikasi yang intens dan terbuka dengan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat menjadi sebuah keharusan dalam mengatasi minimnya anggaran belanja daerah.

Persoalan ini tentu akan sangat mudah dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati saat ini karena adanya dukungan stakeholder politik yang sangat mumpuni dalam membangun relasi politik ke propinsi maupun pusat selain juga relasi dengan perusahaan-perusahaan multinasional yang saat ini juga menjadi mitra terbaik melalui pendekatan program-program CSR.

Sementara peluang dan potensi dasar yang dimiliki Manggarai saat ini seperti pariwisata, pertanian, perkebunan serta perikanan akan menjadi motor kebangkitan ekonomi masyarakat Manggarai kedepannya.

Sebagai pusat kebudayaan Manggarai, Kabupaten Manggarai memiliki potensi dalam mengembangkan budaya sebagai jargon pariwisata di kawasan pariwisata premium Labuan Bajo Flores.

Pengembangan kawasan wisata adat Wae Rebo, Kampung Adat Todo, Kampung Ruteng Pu’u, Mbaru Wunut serta didukung oleh Gendang-Gendang yang tersebar di seluruh kampung di Manggarai akan menjadi lokomotif pengembangan pariwisata sebagai salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah dan masyarakat Manggarai kedepannya.

Sementara hasil perkebunan seperti kopi, panili, cengkeh, kemiri, coklat tetap akan menjadi sector andalan sebagai komiditas ekspor yang tetap perlu mendapatkan perhatian penanganan yang lebih baik dan berkualitas.

Baca :  Komunitas Tiga Batu Tungku Gelar Festival Melanesia Nusantara 2018

Kehadiran Labuan Bajo sebagai pusat destinasi wisata premium di Indonesia tentu juga menjadi salah satu pasar potensial bagi hasil produksi pertanian dan ekonomi kreatif masyarakat Manggarai.

Peluang tersebut tentu akan mendorong terbukanya lapangan kerja baru disektor pertanian dan ekonomi kreatif untuk memenuhi kebutuhan sayur mayur, bumbu dapur juga karya kreatif seperti kain tenun serta aneka kerajinan untuk kebutuhan hotel, restaurant serta gerai seni di Labuan Bajo.

Selain potensi dan peluang yang terbuka lebar tersebut, tantangan terbesar yang dihadapi pemimpin baru ini adalah bagaimana menangani dan mengatasi masalah wabah covid19 yang juga sedang melanda masyarakat Manggarai.

Kondisi ini tentu akan menambah konsentrasi kerja serta mendorong perubahan sistim dan tata kelola pemerintahan agar lebih responsif dan professional dalam mengatasi persoalan wabah covid19 disatu sisi serta melahirkan kreatifitas baru dalam mengatasi persoalan ekonomi dan social masyarakat disisi lain.

Namun demikian, dengan semangat baru dan modal politik yang kuat, diharapkan HERRY HERI sebagai Bupati dan Wakil Bupati Manggarai saat ini tetap optimis dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Selamat bekerja Bapak HERRY NABIT dan Bapak HERI NGABUT.

Anda berdua telah dipilih sebagai PEMIMPIN (PELAYAN), bukan sekedar PEJABAT (BUPATI dan WAKIL BUPATI) bagi masyarakat Manggarai. TUHAN MEMBERKATI.

Penulis adalah Anggota Pokja Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo-Flores Kemenko Maritim dan Investasi Diaspora Manggarai Jakarta