Siap Beri Remunerasi, NISP Berencana Lakukan Buyback Saham

Bank OCBC NISP

JAKARTA-PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) melaporkan, perseroan akan mengalokasikan dana mencapai Rp500 juta untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya 436 ribu lembar yang dilakukan selama kurun 18 bulan.

Rencana buyback tersebut seperti dilaporkan manajemen NISP kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dipublikasikan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (22/2).

NISP menyebutkan, biaya yang diperlukan untuk melakukan buyback saham ini maksimum sebanyak Rp500 juta, termasuk untuk komisi perantara pedagang efek.

Menurut Direktur NISP, Hartati dalam keterangan resmi perseroan tertanggal 19 Februari 2021, pelaksanaan buyback saham dalam rangka pemberian remunerasi kepada manajemen dan karyawan, yang bersifat variabel atas kinerja di 2020.

Baca :  Presiden Perintahkan Ambil Alih Pembangunan Jalan Tol Yang Mangkrak

Sebelum melakukan buyback saham, NISP akan meminta persetujuan melalui RUPS Tahunan yang akan digelar di Jakarta pada 6 April 2021.

Adapun saham perseroan yang akan dibeli kembali sebanyak maksimum 0,002 persen dari modal ditempat dan disetor penuh atau sebanyak-banyaknya 436 ribu lembar.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaa transaksi pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material kegiatan usaha, mengingat perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup,” jelasnya.

Manajemen Bank OCBC NISP menyampaikan, performa laba per saham NISP sebesar Rp91,6 per lembar, sedangkan performa laba bersih per saham setelah pelakaanaan buyback saham tersebut masih tetap Rp91,6 per lembar.

Harga saham buyback yang akan dibeli melalui BEI tersebut nilainya harus lebih rendah atau sama dengan harga transaksi yang terjadi sebelumnya.

Baca :  Tren Partisipasi Perempuan Dalam Ekonomi Meningkat