SMBR Raih Pinjaman Sindikasi Perbankan Sebesar Rp1,7 Triliun

PT Semen Baturaja

JAKARTA-PT Semen Baturaja (Pesero) Tbk (SMBR) mengumumkan, perseroan menerima pinjaman sindikasi dari tujuh bank sebesar Rp1,7 triliun, dengan tingkat bunga sebesar 9,45 persen dan jangka waktu pelunasan utang tersebut selama 11 tahun.

Berdasarkan keterbukaan informasi SMBR yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (17/2), pada 16 Februari 2021 Semen Baturaja menandatangani Akta Addendum I Perjanjian Kredit Sindikasi, serta Akta Perjanjian Line Fasilitas Sindikasi Pembiayaan Musyarakah Mutanaqishah.

Pinjaman sindikasi sebesar Rp1,7 triliun tersebut diterima SMBR dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencapai Rp950 miliar, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sebesar Rp200 miliar, PT BPD Sumsel dan Babel sebesar Rp150 miliar.

Baca :  Belum Diatur PP 23/2020, Bunga Dana Talangan Dipertanyakan

Selain itu, pinjaman bertenor 11 tahun tersebut juga diterima dari PT BPD Maluku Malut senilai Rp50 miliar, PT BPD Bengkulu senilai Rp50 miliar, PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebesar Rp100 miliar dan PT Bank Mega Syariah sebesar Rp200 miliar.

Pada fasilitas pinjaman sindikasi ini, SMBR memberikan jaminan berupa sebidang tanah, bangunan dan sarana pelengkap di area Pabrik Baruraja II. SMBR juga menjaminkan mesin dan peralatan Pabrik Baturaja II yang diikat dengan perjanjian fidusia.

Dana pinjaman itu akan digunakan untuk pembiayaan kembali proyek Pabrik Baturaja II yang dibiayai melalui fasilitas kredit sindikasi, penerbitan medium term notes (MTN) dan untuk sebagian porsi self financing.

Selain itu, membiayai modal kerja/operasional SMBR dalam jangka pendek.

Baca :  Tingkatkan Raising Fund, OJK Fokus Seimbangkan Supply dan Demand