Tangsel Masih Zona Merah Covid-19

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie

TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui, rendahnya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan 3T : testing, trecing dan treatment.

Tangerang Selatan sendiri saat ini masih dalam zona merah penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Banten.

“Iya memang itu, (3T) kita masih perlu terus ditingkatkan. Kesulitannya, tracing OTG tapi dia enggak tau dia OTG. Dia enggak tau dapat dari mana atau tertular dari mana, ini yang tracingnya susah,” jelas Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie dikonfirmasi, Kamis (4/2/2021).

Dinas Kesehatan Provinsi Banten, pernah menyebutkan salah satu alasan, Kota Tangsel, berada dalam status zona merah akibat lemahnya 3T.

Menurut dia, jumlah pasien OTG di Tangsel, juga cukup banyak. Dengan melimpahnya jumlah pasien tanpa gejala tersebut, menyulitkan Dinas Kesehatan Tangsel, melakukan pemeriksaan, penelusuran riwayat tertular dan pengobatan.

Baca :  Pemkot Tangsel Anggarkan Dana Tak Terduga di APBD 2020 Rp 3 Miliar

“Jadi OTG kita yang 9.000 lebih itu, walaupun tingkat kesembuhannya 84 persen. Susah men-tracing nya,” ungkap Benyamin.

Benyamin mengaku, saat ini Dinkes Tangsel, juga tengah mempersiapkan upaya penelusuran (tracing) dengan bekerjasama dengan BPPT melalui Mobile Lab BSL -generasi II.

“Memang kita butuh operasionalnya swab untuk cari OTG. Dan kita tambah kapasitas RLC 150 bed,” jelas wakil wali kota Tangsel, Benyamin Davnie.