Uskup Bogor Akan Resmikan Paroki St Faustina Kowalska Tajurhalang, Bojonggede

Ilustrasi

BOGOR-Hari ini, Senin (22/2) adalah hari yang bersejarah sekaligus berbahagia bagi umat Stasi Bojonggede, Keuskupan Bagor.

Betapa tidak, hari ini, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM, Uskup Bogor akan meresmikan stasi tersebut menjadi paroki baru.

Hadir sejumlah tokoh dalam peresmian dan pelantikan tersebut selain Uskup Bogor yaitu antara lain Dirjen Bimas Katolik, Yohanes Bayu Samodro S.Pd, MPd dan jajaran, Pastor Paroki Katedral Bogor RD Paulus Haruna, Romo Paroki St. Faustina Kowalska RD Mikail Endro Susanto, dan para tamu undangan. Acara ini akan mengikuti protokol kesehatan (prokes) dan juga disiarkan secara virtual.

Mengambil nama pelindung Santa Faustina Kowalska, paroki baru yang sudah dipersiapkan sejak tahun 2020 ini, akan menaungi umat yang berjumlah sekitar 2100 jiwa.

Selain peresmian paroki baru, juga akan diadakan pelantikan Pengurus Dewan Pusat Paroki (DPP) dan Dewan Keuangan Paroki (DKP). Peresmian dan pelantikan tersebut akan dilakukan pada pukul 16.30 WIB.

Ketua Tim sekaligus Ketua Panitia Peresmian Paroki St. Faustina Kowalska Tajurhalang, Bogor, Daniel Egi Bonatua kepada media ini mengatakan, peresmian paroki tersebut merupakan kerinduan umat Bojonggede yang sudah lama.

“Umat Bojonggede sudah lama ingin mempunyai paroki sendiri mengingat jumlah umat yang sudah sangat berkembang. Persiapan untuk menjadi paroki ini sudah kami mulai pada Agustus 2020,” ujarnya.

Tokoh yang akan dilantik menjadi Ketua DPP ini mengatkan saat ini jumlah umat paroki Faustina Kowalska mencapai 2100 jiwa atau sekitar 640 Kepala Keluarga (KK). Umat ini terbagi dalam 15 lingkungan dan 4 wilayah.

Salah satu kendala pembentukan paroki baru ini, kata Bona- sapaan akrabnya- yaitu adanya izin pembangunan gereja dari pemerintah setempat yang cukup lama.

“Sesuai harapan Bapak Uskup, semoga dengan adanya paroki maka izin pembangunan gereja Santa Faustina akan diberikan oleh pemerintah setempat,” ujarnya.

Bona mengatakan ada beberapa persiapan yang akan dilakukan pasca peresmian paroki baru dan pelantikan DPP dan DKP tersebut.

“Rencana jangka pendek kami akan tetap berkomitmen tetap melayani umat Katolik pada khususnya dan masyarakat setempat pada umumnya,” ujarnya.

Sedangkan untuk jangka panjangnya, “dengan pembentukan paroki ini diharapkan umat Katolik di Bojonggede lebih kongkrit menjalankan visi dan misi gereja yang lebih nyata,” ujarnya.

Selain itu, dalam acara ini juga akan diluncurkan buku “Paroki St. Faustina Kowalska Bojonggede” yang berisi sejarah petumbuhan dan perkembangan iman katolik di tatar Bojonggede. Buku ini ditulis oleh sejarawan dan penulis asal Nusa Tenggara Timur, Thomas Ataladjar dengan tim editor yaitu Daniel Mangu, Frans Asisi Datang, dan Thomas Bambang Murtianto.

Paroki Faustina Kowalska, Tajurhalang, Bogor ini memiliki batas-batas yakni sebelah utara berbatasan dengan Citayam, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Baru, sebelah barat berbatasan dengan Inkopad, dan sebelah timur berbatasan dengan Sungai ciliwung.